0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Usai Ngobrol dan Minum Teh, Kakek 105 Tahun Gantung Diri

(Ilustrasi) korban gantung diri dievakuasi (dok.timlo.net/red)

Wonogiri — Kertorejo (105), warga Dusun Dungsri RT2/RW6 Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Selasa (11/7) dinihari. Peristiwa itu pun membuat gempar warga sekitar.

“Korban diduga mengidap penyakit menahun atau komplikasi,” papar Paur Humas Polres Wonogiri Aiptu Iwan Sumarsono mewakili Kapolres AKBP Muhammad Tora.

Disampaikan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Selama ini, korban tinggal dan hidup di rumah anak kandungnya. Kali pertama, jasad Mbah Kertorejo diketahui anak kandung korban yakni Juminem (50).

Dia menceritakan, sekitar pukul 04.00 WIB, korban masih duduk-duduk di teras rumah ditemani dua anak kandungnya, Juminem (50) dan Parmin (68). Bahkan, saat itu korban masih sempat ngobrol-ngobrol sembari minum teh. Sesaat kemudian, salah satu anak kandungnya berpamitan hendak ke masjid untuk Salat Subuh, lalu Juminem pergi ke dapur untuk memasak, sementara korban pergi keluar rumah.

“Sekitar pukul 04.30 WIB, Juminem hendak pergi ke kebun. Alangkah terkejutnya saat dia melihat tubuh ayahnya tergantung di sebuah bambu yang dikaitkan dengan pohon pete. Spontan ia kemudian berteriak memanggil suaminya dan warga sekitar pun berdatangan,” katanya.

Ditambahkan, petugas dan tim medis kemudian melakukan olah kejadian perkara. Dia menyebut, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban selama ini mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh yakni komplikasi.

“Dari jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda atau bekas penganiayaan jadi peristiwa ini murni bunuh diri,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge