0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Reog Ponorogo Iringi Aksi Mogok Massal Taksi Solo

Suasana aksi mogok massal taksi Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Sejumlah pengemudi taksi konvensional yang merupakan gabungan dari lima perusahaan taksi yang menamakan diri mereka Barisan Anti Angkutan Ilegal Solo Raya (Bantai Solo Raya) menggelar demo di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Selasa (11/7). Suasana berlangsung cukup meriah, lantaran selain berdemonstrasi, para pengemudi taksi ini juga meyajikan pertunjukan Reog Ponorogo.

Berdasarkan pantauan, sejumlah personel dari kepolisian dan Dinas Perhubungan tampak mengawal jalannya aksi. Sejumlah 400 personel gabungan disiagakan untuk menjaga keamanan aksi.

Tampak pihak perwakilan dari perusahaan taksi saling bergiliran memberikan orasi dan pandangangnya terhadap beroperasinya angkutan taksi berbasis aplikasi. Massa aksi tampak bersemangat dan bersorak setiap kali rekab mereka selesai berorasi.

“Ada dari perusahaan taksi Gelora, Kosti, Sakura, Mahkota dan Wahyu Taksi, yang tergabung dalam Bantai Solo Raya,” ungkap koordinator aksi, Tri Teguh.

Dia mengatakan, ada 800 orang dari 1000 orang yang direncanakan. Dia mengaku beberapa supir taksi tidak mengikuti aksi ini, lantaran sudah tua.

“Yang sepuh-sepuh juga tidak kita ikutkan, namun yang pasti tidak akan ada pelayanan taksi hingga pukul 14.00 WIB.” ungkap dia.

Dia mengatakan, secara tegas Bantai Solo Raya menolak beroperasinya taksi ilegal berbasis aplikasi. Dirinya menganggap bahwa keberadaan taksi ilegal akan mengancam kehidupan supir taksi konvensional.

“Penurunan sampai 30 persen. Misal saya dari Kosti, bisanya per hari perusahaan dapat Rp 45 juta, sekarang bisa menurun sampai Rp 30 an juta,” ungkapnya.

Usai menggelar aksi di simpang empat Gladak, para pendemo bergeser menuju Balaikota Solo untuk bertemu dengan Walikota Solo. Aksi dilanjutkan dengan menggelar orasi di halaman Balaikota.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge