0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Kapuk, Anjing Hachikō Dari Boyolali

Kapuk. (Dok: Timlo.net/ Facebook Rachel Eirene. )

Timlo.net—Sebagian orang pasti pernah mendengar atau membaca kisah Hachikō, anjing Akita asal Jepang. Ada dua film yang mengadaptasi kisah anjing itu. Hachikō, anjing yang setia menunggu tuannya pulang di stasiun kereta Shibuya setiap sore. Tapi suatu hari sang tuan tidak pulang. Ternyata dia menderita pendarahan otak saat mengajar di kampus. Tapi Hachikō setiap menunggu setiap sore di stasiun itu selama sembilan tahun. Penungguan Hachikō berhenti setelah anjing itu meninggal. Kisah anjing itu menunjukkan besarnya kesetiaan binatang anjing pada umumnya kepada para pemilik mereka.

Kisah yang sama bisa ditemui pada diri Kapuk, anjing milik Mbah Mitro yang tinggal di Mejing, Ampel, Boyolali. Kisah menyentuh Kapuk diungkap oleh Rachel Eirene, Senin (10/7), salah seorang pengguna Facebook yang sekarang berusaha merawat anjing itu. Berikut ini postingan Rachel:

SEPENGGAL KISAH TENTANG KESETIAAN SEEKOR ANJING

Biasa nya saya hnya membaca kisah tsb di postingan fb atau d film
Namun kemarin kami d ijinkan langsung untuk mendengar dan melihat sendiri

KAPUK
Adalah seekor anjing tua yg tinggal berdua dengan simbah MITRO di mejing ampel Boyolali Jawa Tengah
50 hari yg lalu simbah meninggal dunia
Tidak ada yg tau pastinya simbah meninggal krn saat di temukan simbah dlm posisi tidur di dipan kayu dg posisi tangan sedekap/terlipat d depan se akan2 simbah sudah siap “pergi”
Hnya kapuk yg menemani
Ketika simbah di makam kan kapuk menangis dg melolong dan mengikuti ke makam simbah dan tdk mau beranjak pergi
Krn simbah tdk memiliki anak maka rmh simbah pun kosong
Dan keponakan simbah yg memberi makan kapuk namun kapuk tdk mau makan
Hingga badan nya tinggal tulang berbungkus kulit
Menurut keponakan simbah usia kapuk hampir 17th
Kapuk menghabiskan waktu nya dg tidur di makam simbah
Dg ber jalan ter seok2 di jalanan menuju makam yg msh berupa semen kasar kapuk menemui tuan nya
Menumpahkan rasa rindu nya kepada simbah
Dan kapuk bisa ber hari2 berada di makam tanpa mau makan/minum
Panggul kapuk pun ada luka2 mgkn krn gesekan dg semen kasar ketika kapuk berusaha jalan ke makam
Kapuk pun msh sering pulang ke rumah simbah yg saat ini sdh dlm kondisi kosong dan berdebu
Kapuk suka ngumpet di dipan dpn rumah yg dl di sediakan simbah untuk kapuk
Mgkn kapuk mengenang saat2 bersama dg simbah
Bahkan kematian pun tdk dapat menghentikan ikatan kasih yg luar biasa diantara simbah dan kapuk
Simbah mgkn manusia dg kondisi yg “biasa” namun simbah sangat “kaya” akn kasih nya kpd kapuk
Semasa hdp nya simbah selalu menolak jika ada yg mau membeli kapuk
Simbah berkata ” separuh nyawa ku ada pada anjingku kapuk..”
Aahhhh kapuk..
Entah apa yg ada di benak mu sekarang
Mgkn kmu amat sangat merindukan simbah
Ijinkan kami merawatmu sampai nanti kmu bisa bertemu lagi dg simbah
Kisahmu semoga menginspirasi banyak “manusia” untuk mengerti arti KESETIAAN
Sehingga makin berkurang kawan2mu yg dibuang d luar sana
#HOPE

Status Rachel tentang kisah Kapuk yang menyentuh itu telah dibagikan sebanyak 274 kali dan memperoleh 81 komentar. Sebagian besar komentar pengguna mengungkapkan kekaguman mereka pada kesetiaan Kapuk.

“Kisah nyata yg sangat inspiratif… Luarbiasa ikatan kasih sayang antara Kapuk dgn si Mbah… Tks sdh membawa Kapuk ke rumah, ya Onty Rachel Eirene.. Doa saya, kiranya Kapuk kembali menemukan semangat hidup dlm lingkungan keluarga yg tepat, penuh kasih, keceriaan, sehat dan terpenuhi segala kebutuhan hidupnya… Tuhan memberkati senantiasa… ?” tulis seorang pengguna Facebook.

“Kesetiaan yg jarang di dpt di manusia gitu loh anj kok tdk dihargai pd hal mending piara anj krn dia tau budi,” komentar seorang pengguna Facebook.

Saat dihubungi Timlo.net lewat Facebook, Selasa (11/7) Rachel mengungkapkan jika kondisi Kapuk membaik. “Kapuk sudah bersama saya di Hope. Mau makan lahap sekali,” ujarnya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge