0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mogok Massal Taksi

Dilarang Blokir Jalan, Sopir Taksi Kecewa

Aksi mogok massal taksi di Bunderan Gladak Solo (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Sejumlah sopir taksi peserta aksi penolakan UberX di Solo kecewa karena tidak diperbolehkan memblokir Jl Slamet Riyadi. Rencananya, mereka ingin memblokir seluruh akses jalan menuju Bunderan Gladag.

“Sebenarnya kita ingin blokir semua akses tapi malah dilarang,” kata salah satu tim negosiator demonstrasi, Tri Teguh SL.

Rencananya, demonstran ingin memblokir total Jalan Slamet Riyadi, Jl Jenderal Sudirman, dan Jl Mayor Sunaryo (Galabo). Pemblokiran dilakukan dengan memenuhi jalan dengan ratusan armada taksi. Teguh mengatakan pemblokiran tersebut diharapkan dapat menarik perhatian pengambil kebijakan.

Belum sempat  dilaksanakan, polisi dibantu sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo menginstruksikan agar satu ruas jalan tetap dibuka untuk pengguna jalan. Setelah negosiasi beberapa saat, demonstran pun mematuhi arahan petugas.

“Sebagai warga yang taat hukum, kami harus mengikuti aturan,” katanya.

Di lain pihak, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Solo, Baskoro menerangkan demonstrasi tidak boleh dilakukan dengan memblokir total akses pengguna jalan. Hal tersebut diatur dalam UU No 9 tahun 1998.

“Demonstrasi boleh bahkan dilindungi. Tapi tetap harus memperhatikan hak orang lain. Jalan ini kan hak seluruh warga negara. Tidak boleh dihalang-halangi,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge