0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sejak Uber Beroperasi, Pendapatan Kosti Anjlok 30 Persen

Ketua Pengawas Kosti Solo, Tri Teguh SL saat memberi keterangan kepada wartawan di sela aksi demonstrasi di Gladag, Selasa (11/7) (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Operator taksi di Solo, Kosti mengklaim pendapatan menurun drastis. Penurunan tersebut dipicu beroperasinya moda transportasi berbasis aplikasi dalam jaringan (daring) atau online UberX di Solo sejak Mei lalu.

“Penurunannya cukup signifikan. Analisis kami, sejak ada Uber, pendapatan kami turun sampai 30 persen,” kata Ketua Pengawas Kosti Solo, Tri Teguh SL di sela aksi mogok massal taksi se-Solo, Selasa (11/7).

Ia menambahkan, sejak UberX mulai beroperasi di Solo, pihaknya intens menganalisa laporan keuangan harian. Hasilnya, sebelum UberX beroperasi di Solo, pendapatan rata-rata Kosti bisa mencapai Rp 45 juta per hari. Namun sejak UberX menapakkan kaki, angka tersebut anjlok hingga Rp 30 juta per hari.

Hal ini wajar mengingat UberX merupakan salah satu produk Uber yang bermain di arena yang sama dengan taksi. Kehadiran pemain baru tentunya akan mempengaruhi distribusi pendapatan perusahaan. Lain halnya bila Uber meluncurkan Uber Black yang bermain di pasar premium.

Hal serupa disampaikan salah satu pengemudi Mahkota Ratu Taksi, Timan. Ia mengaku per hari pendapatannya anjlok menjadi sekitar Rp 200-300 ribu per hari. Padahal sebelum ada UberX di Solo, ia bisa mencapai Rp 400-500 ribu per hari.

“Sekarang buat setoran saja susah. Setorannya Rp 230-250 ribu per armada,” terang pria yang juga menjadi tim negosiator aksi itu.

Seperti diketahui, saat ini ratusan armada taksi mogok beroperasi selama aksi berlangsung. Mereka menuntut ketegasan Pemerintah Kota Solo hingga Pemerintah Provinsi Jateng untuk segera menindak Uber yang nekat beroperasi di Solo meski dinyatakan ilegal.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge