0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kepercayaan Terhadap Media Mainstream Turun, Ini Sebabnya

()

Solo — Kepercayaan masyarakat terhadap media mainstream  belakangan ini menurun. Selain maraknya media abal-abal, juga banyak media lebih merepresentasikan suara kepentingan pemiliknya.

“Ditambah pola konsumsi masyarakat terhadap informasi sudah berubah ke arah digital dan gadget,” ungkap Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Solo Anas Syahirul di depan peserta Seminar Nasional Penguatan Komunikasi Menuju Indonesia yang Berkeadilan, di Kampus Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Senin (10/7)

Lebih lanjut Anas mengemukakan, kondisi media saat ini ditandai antara lain, industri media dimiliki segelintir pengusaha, dan pemilik media adalah pengusaha yang sekaligus politisi.

“Sekarang ini peliputan dinamika masyarakat sangat minim,” ujarnya.

Fakta juga memunjukkan, kata Anas, pers sebagai watchdog sekarang mulai diikat kakinya dan dijinakkan gonggongannya. Pekerja pers lebih banyak sibuk melayani kepentingan politik pemilik medianya.

Salah satu penyebabnya saat ini, menurut Anas, sudah terjadi tumpang tindih kepemilikan media. Pers dimiliki oleh pengusaha yang juga terjun sebagai politisi.

Apa yang harus dilakukan ? Menurut Anas, diantaranya meningkatkan kemampuan literasi dan menguasai teknologi informasi dan komunikasi di era digital. Untuk pers, harus menjaga profesionalitas profesi, mengetahui kebutuhan publik dan mengubah pola pendekatan kepada masyarakat atau pembaca.

“Negara harus pula hadir menegakkan regulasi yang ada,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge