0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Transaksi Saham Indonesia Melejit di Akhir Semester Pertama

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jogja, Irfan Noor Riza (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Kesadaran masyarakat yang melakukan investasi di pasar saham menunjukan tren positif. Bahkan karena tingginya transaksi yang dilakukan, saat ini bursa saham Indonesia berhasil menduduki peringkat kedua di Asia Tenggara.

“Jika melihat data transaksi bursa saham pada Juni, menunjukan peningkatan transaksi. Yaitu dari sebelumnya Rp 2,9 Triliun menjadi Rp 3,4 Triliun,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jogja, Irfan Noor Riza kepada wartawan, Senin (10/7).

Tingginya nilai transaksi itu tidak hanya didorong oleh investasi asing. Tapi juga didorong dari meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk melakukan investasi di dalam pasar modal. Bahkan pada saat jelang Lebaran kemarin, diakui Irfan banyak yang memborong saham daripada yang mejual.

“Yang melakukan profit taking atau menjual saham ada, tapi tidak sebanyak yang melakukan pembelian. Mungkin juga karena pengaruh THR, sehingga sebagian masyarakat lebih memilih untuk melakukan investasi,” jelasnya.

Dirinya menyebut, jika kondisi perekonomian dan  market capitalization (market cap) terus meningkat tidak menutup kemungkinan Bursa Saham Indonesia bisa menduduki peringkat pertama di Asia. Pasalnya saat ini, bursa saham Indonesia sudah menduduki dua terbesar di Asia Tenggara.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge