0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Nabung Lima Tahun, Perantau Korea Selatan Ini Undang Kyai Kanjeng

Pengajian Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Sukodono (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Momen Hari Raya Idul Fitri tidak hanya dimanfaatkan oleh para perantauan Korea Selatan (Korsel) asal Kecamatan Sukodono, Sragen sekadar bersilaturahmi. Namun mereka juga menyuguhkan hiburan sekaligus siraman rohani dengan mengundang Kyai Kanjeng dan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).

”Waktu masih di Korsel, kami berpikir bagaimana jika teman-teman dari Sukodono dikumpulkan bersilaturahim bersama. Misi utamanya adalah iuran rutin untuk pengajian,” kata salah satu perantau, Warseno, Minggu (9/7).

Dia menuturkan, kegiatan tersebut sebagai wujud sumbangsih para perantau dan menguatkan persaudaraan antar warga Sukodono. Pengajian Kyai Kanjeng sendiri telah digelar pada Jumat (7/7) malam lalu yang dihadiri oleh Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, anggota dewan dan sejumlah tokoh masyarakat.

Warseno menerangkan, para perantau asal Sukodono membentuk Komunitas Cah Sukodono Sragen Korea Selatan (KOMCASOK) pada 1 Januari 2012 di Busan Korea Selatan. Dia sendiri adalah salah satu pendirinya. Saat dibentuk, salah satu tujuannya memang mengumpulkan dana untuk mengundang Cak Nun.

“Upaya itu ada hasilnya, setelah lima tahun uang kas Komcasok cukup untuk mengundang Cak Nun dan Kiai Kanjeng sekaligus memberi santunan anak yatim-piatu se-Sukodono,” terangnya.

Acara itu juga dihadiri ribuan warga Sukodono dan sekitarnya, berbagai Ormas seperti NU, Muhammadiyah, MTA, dan LDII.

Sementara Cak Nun dalam kesempatan tersebut meminta masyarakat untuk tidak meributkan hal yang sepele dan tidak penting. Dia meminta semua pihak menjaga kesatuan dan perdamaian.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge