0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tujuh Kawanan Perampok Sadis Dibekuk

Dua tersangka perampok sadis dihadiahi timah panas, satu pelaku Triyani, seorang ibu rumah tangga saat ini ditahan di Mapolres Boyolali (timlo.net/nanin)

Boyolali — Tujuh perampok sadis lintas kota berhasil dibekuk jajaran Polres Boyolali. Kawanan tidak segan membunuh korbannya jika melawan. Dari tujuh perampok tersebut, satu diantaranya adalah ibu rumah tangga. Salah satu pentolan kelompok, Rasidi, ditembak petugas karena melawan.

“Rasidi yang paling banyak terlibat, dia pemimpinnya,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andie, dalam siaran pers Minggu (9/7).

Dijelaskan kapolres, kawanan perampok ini berasal dari berbagai daerah seperti Salatiga, Magelang, Semarang, dan Boyolali. Tujuh perampok tersebut, Rasidi alias Kantong (42), Setiyono (32), Suyatno alias Remos (43), Mulyadi (35), Agung Hariyanto (32), Nugroho (35), Randi (32) tahun, dan Triyani alias Anik (31).

Di Boyolali mereka sudah melakukan aksi sebanyak empat kali, tiga di Cepogo dan Kemusu. Di Cepogo, satu korban tewas ditembak senjata rakitan. Tersangka Triyani, warga Ampel, Boyolali, bertugas mencari sasaran.

Bahkan, Triyani pernah menjadi pembantu rumah tangga pada salah satu korban perampokan. Kawanan perampok ini rata-rata adalah residivis. Pertama kali melakukan aksi kejahatan di rumah Mulyadi, Dukuh Krajan, Paras, Cepogo.

“Mereka berhasil mencuri kabur sembilan bal rokok dengan nilai sekitar Rp 17,5 Juta,” ujar Kapolres.

Aksi terakhir di wilayah Cepogo, kawanan ini menyatroni rumah Suparno. Di rumah ini anak korban bernama Tri, tewas tertembak.  Suparno sendiri masih saudara korban Mulyadi.

“Di tiga tempat itu, tersangka Triyani yang memberi informasi dan Rasidi terlibat di tiga lokasi itu,” tambahnya.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, senjata api rakitan, air soft gun, parang, dan air cabe serta mengamankan sebuah mobil dan motor. Mereka kini ditahan di Mapolres Boyolali.

”Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman hukuman tujuh hingga sembilan tahun penjara. Untuk tersangka Rasidi ancaman hukuman bisa 20 tahun, karena mengakibatkan korban meninggal dunia,” tandas Kapolres.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge