0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

WOS Semakin Moncer Diasah Jaman

Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari (timlo.net/heru gembul)

Solo — Wayang Orang Sriwedari telah berumur lebih dari satu abad, atau tepatnya 107 tahun. Namun jangan tanya urusan kualitas pertunjukan, bukannya memudar seiring waktu, justru malah semakin moncer diasah jaman.

“Pentas kali ini sangat istimewa, karena mempertemukan seniman sepuh dan seniman muda. Kami ingin menunjukkan bahwa regenerasi pemain Wayang Orang, masih terus berjalan,” papar Kepala Dinas Kebudayaan Solo, Sis Ismiyati.

Menggelar pentas spesial dengan lakon Srikandi Larasati Kembar, Sabtu (8/7) malam, sejumlah maestro tari dan wayang unjuk kebolehan dalam pentas akbar itu. Kelompok-kelompok wayang orang juga turut mendukung berlangsungnya acara. Diantaranya dari Wayang Orang Bharata (Jakarta), Ngesti Pandhawa (Semarang), RRI (Surakarta) dan Sriwedari (Surakarta).

Pementasan ini dibuka dengan arak-arakan tumpeng, yang dibawakan oleh para pemain muda. Tupeng tersebut kemudian dibawa ke atas panggung dan dipotong oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo bersama dengan Mantan Panglina TNI Jendral TNI Moeldoko.

Hingga saat ini, pertunjukan peninggalan Pakoebuwono X tersebut masih bisa mempertahankan eksistensinya. Setiap malam dari hari Senin-Sabtu pertunjukan selalu digelar. Harga tiketnya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu.

“Jumlah pentonton cukup banyak, baik dari wisatawan, maupun dari masyarakat Solo,” imbuh Ismiyati.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge