0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rudy Tak Mau Naikkan Denda Gembok

Petugas dari Dishub Solo menggembok kendaraan yang parkir sembarangan, di area city walk, Jalan Slamet Riyadi, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Walikota Solo memilih untuk tidak melakukan review terhadap Perda No. 1 tahun 2013 tentang penyelenggaraan perhubungan. Sebaliknya dirinya mendorong masyarakat untuk bisa taat terhadap aturan yang ada dan menjadikannya sebuah kesadaran.

“Yang penting masyarakat itu sadar. Sadar bahwa hal yang dilakukannya (parkir) itu salah, dengan kesadaran ini tentunya akan mengurangi pelanggaran,” ungkap Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Sabtu (8/7).

Diterangkan bahwa usulan menaikkan denda parkir bagi pelanggar, tidak akan berdampak signifikan pada turunnya jumlah pelanggaran.

“Ya meskipun dinaikkan kalau tidak disertai kesadaran, mana bisa?” kata dia.

Pria yang akrab disapa Rudy ini mencontohkan, kenaikan denda bagi pelanggar parkir tidak akan membuat jera. Hal ini dibuktikan dengan tertangkapnya kelompok pedagang bermobil. Mereka hanya membayar denda, dan tetap akan mengulangi lagi.

“Artinya kan tidak jera, wong penghasilan mereka lebih besar dari dendanya. Kalau saya usulkan ya di tipir-kan (tindak pidana ringan-red) saja,” terang dia.

Kesadaran ini, kata Rudy bisa dibangun melalui pembekalan para Juru Parkir (Jukir). Sebab terkadang kesalahan parkir bukan hanya dilakukan oleh pengemudi melainkan juga kesalahan Jukir.

“Kan kadang juga Jukir yang mengarahkan kesana. Artinya butuh sosialisasi juga untuk Jukir. Kalau ada penggembokan mobil yang kena harusnya tidak hanya supir, tetapi juga pengelola parkirnya,” tegas Rudy.

Usulan review perda ini mencuat disebabkan banyaknya pelanggaran parkir yang dilakukan saat Lebaran 2017. Pelanggar kebanyakan adalah mobil pendatang dari luar kota. Disinyalir para pengendara nekat memarkirkan kendaraannya disembarang tempat sebab denda parkir di kota Solo masih terlalu rendah.

Untuk diketahui tarif tilang penggembokan mobil di Kita Bengawan adalah Rp 100 ribu. Berbeda dengan di Jakarta dan kota besar lain yang dendanya bisa mencapai Rp 500 ribu.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge