0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengintip Persiapan Solo Batik Carnival X

(foto: Heru Murdhani)

Solo – Gelaran Solo Batik Carnival (SBC) telah mencapai tahun ke-10. Pada tahun ini, salah satu ikon Kota Bengawan yang dimulai pada tahun 2008 tersebut menampilkan lima sub tema, dan satu tema utama yakni Astamurti Kawijayan.

“Ada lima Sub Tema yang kita usung yakni Sekar Jagad, Wayang, Topeng Panji Klana, Mustika Jawa Dwipa, dan Legenda Ratu Kidul,” terang Art Director SBC, Ihsanuddin Salam, Jumat (7/7).

Lima kostum yang dibawakan sebagai ikonik SBC tahun ini, Sekar Jagad yang akan didominasi oleh anak-anak kecil dengan kostum yang menggambarkan alam. Yang kedua adalah karakter Topeng, ada dua karakter yang dibawakan yakni Klana sebagai watak angkara murka dan Panji yang memiliki karkater suci.

“Untuk karakter ini dominan warna lebih ke biru, merah dan putih yang dipadukan dengan motif batik parang barong,” kata dia.

Untuk kostum bertema legenda, akan dominan warna hijau, lantaran dalam legendanya Ratu Kidul senang dengan warna hijau. Kemudian kostum Mustika Jawa Dwipa yang mengambil karakter Candi Borobudur dan lampu khas keraton, sedangkan Kostum Wayang akan membawakan beberapa karakter wayang seperti Anoman, Werkudara, dan lainnya.

Ketua Yayasan SBC, Ir Susanto mengatakan, dirinya kagum dengan kreatifitas peserta yang tergabung dalam SBC. Sebab, dengan pelatihan dan workshop dasar yang dilaksanakan sebagai awalan pembuatan kostum, mereka bisa mengembangkan kreasi kostum mereka sendiri.

“Kita patut mengapresiasi kemampuan teman-teman SBC dalam membuat desain kostum. Tak berhenti hingga di tingkat kota, kostum SBC ini banyak mendapatkan pesanan untuk beberapa karnaval di lain kota,” kata dia.

Ditambahkan Susanto, sebekum membawakan kostum dan karnaval, semua anak-anak peserta SBC harus melalui 12 kali workshop demi mematangkan kostum dan koreografer yang akan dibawakan.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge