0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sanggit Lakon Jadi Andalan Pementasan Kethoprak

Salah satu sajian dalam festival kethoprak (timlo.net/heru gembul)

Solo — Kelompok Serambi Sukowati Sragen hadir dalam kethoprak garap baru, dalam Festival Kethoprak Solo 2017. Kelompok yang di dominasi oleh Pelajar dan Mahasiswa ini tampil dengan membawakan sanggit yang berbeda dari lakon perebutan Singgasana Singasari.

“Cerita aslinya adalah perebutan tahta Singasari. Namun kita adaptasi ulang menjadi lakon Tahta Rembulan yang kita sesuaikan dengan kebutuhan pementasan kita,” ungkap sutradara Serambi Sukowati, Pine Wiyatno, sesaat sebelum pertunjukan.

Dikatakan dalam kethoprak sanggit lakon diperbolehkan untuk dirubah. Hal itu menjadikan lakon-lakon Kethoprak menjadi lebih variatif dan berkembang.

“Boleh, justru dengan begitu penonton tidak bisa menebak cerita yang disajikan. Karenanya penonton jadi tetap setia untuk menonton,” ujarnya.

Dengan membawa 25 pemain dan kru, Pine mengisahkan bahwa kelompoknya merupakan salah satu kelompok yang aktif bermain Kethoprak. Dalam satu bulan sekali mereka berpentas di kota asal mereka, Sragen.

“Kita lebih menjaring anak-anak muda untuk ikut bermain Kethoprak. Bisa dimulai dari kelompok-kelompok teater pelajar yang kemudian kita ajak bergabung. Selain untuk bermain (Kethoprak), hal ini juga bisa mengajarkan unggah-ungguh, tata krama, dan bahasa jawa kepada generasi muda,” terang dia.

Sementara salah satu pemain dari Kelompok Serambi Sukowati, Brigita (16) mengaku senang bisa ikut bermain Kethoprak. Dia mengatakan bahwa selain bisa menambah pengalaman, juga untuk menimba ilmu dari lakon yang dimainkan.

“Ya seneng bisa ikut main. Di Sragen sendiri banyak anak muda yang mau ikut bermain Kethoprak. Bisa untuk menambah ilmu dari lakonnya, yang baik diambil, yang tidak baik jangan ditiru,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge