0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Antusias Cetak KIA

Inilah bentuk fisik KIA (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Ketersediaan blanko kartu insentif anak (KIA) tersisa 20 persen dari semula 10 ribu lembar. Hal itu menunjukkan antusias orangtua melengkapi administrasi kependudukan (adminduk) anak di Karanganyar cukup tinggi.

“Karanganyar bukan termasuk 50 kabupaten/kota pilot project KIA di Indonesia. Meski begitu, banyak orangtua menanyakan dan memohon kartu itu,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar, Suprapto kepada wartawan, Jumat (6/7).

Sejak 10 ribu lembar blanko didrop dari pemerintah pusat pada 2016 lalu, kini hanya tersisa dua ribu lembar. Permohonan KIA paling ramai saat pendaftaran peserta didik baru usia PAUD, SD dan SMP. Dikatakan Suprapto, sebagian sekolah memberlakukan syarat administratif pendaftaran dengan menyertakan salinan KK, akte kelahiran dan KIA yang telah dilegalisasi kantor dinas kependudukan.

“Termasuk di pekan pertama masuk usai libur lebaran kemarin. Banyak yang meminta dicetakkan KIA dengan alasan untuk mendaftar sekolah. Setahu saya, itu (syarat KIA) tidak wajib. Namun ada manfaatnya juga anak segera memiliki KIA,” katanya.

Ia mengatakan cetak KIA bersyarat pemohon menunjukkan buku nikah orangtua, KK, akte kelahiran anak, KTP orang tua dan dua lembar foto ukuran 3X4 sentimeter untuk anak usia lima tahun ke atas. Sedangkan anak usia lima tahun ke bawah tidak diharuskan menyertakan pas foto.

“Dalam pembuatan KIA ini, kami berharap peran aktif orang tua anak dalam membuat akte kelahiran, memperbaiki KK dan NIK,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge