0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelanggar Lalu Lintas Selama Operasi Ramadniya Naik 250 Persen

Razia kendaraan bermotor (dok.timlo.net/red)

Solo — Jumlah pelanggaran yang terjadi selama digelarnya Operasi Ramadniya 2017 melonjak dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini tercatat, sebanyak 7.337 pelanggaran yang didominasi dengan kendaraan roda dua.

“Kebanyakan motor yang melanggar selama Operasi Ramadniya kemarin,” terang Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Imam Syafi’i, Jumat (7/7) siang.

Berdasarkan data dari Satlantas Polresta Solo, sebanyak 2.487 pengendara diberikan surat tilang dan 4.850 pengendara diberikan teguran. Pelanggaran lalin tahun ini naik 264,1 persen dibandingkan tahun lalu yakni 2.015 kasus pelanggaran lalin.

Pelanggaran lalin, kata Kasat, diantaranya pengendara tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM), pajak kendaraan habis, tidak memakai helm, helm tidak Standar Nasional Indonesia (SNI), berboncengan lebih dari dua orang, dan melanggar rambu lalin. Pihaknya, juga mendapati anak di bawah umur mengendarai sepeda motor dan tidak memakai helm saat berangkat ke sekolah.

“Pelanggaran lalin paling banyak terjadi di pertigaan Sriwedari. Kami menemukan banyak pengendara sepeda motor nekat melawan arus untuk menuju ke arah Solo Paragon Mal,” katanya.

Sementara, Kepala Urusan Pembinaan Operasi Lantas (KBO) Satlantas Polresta Solo Iptu Bambang Subekti, mengatakan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat akan terus dilakukan. Banyaknya pelanggaran lalin selama Operasi Ramadniya Candi membuktikan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas masih rendah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge