0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tolak Uber, Taksi Konvensional Solo akan Mogok Massal

Pelaku usaha taksi konvensional saat jumpa pers di Kantor Organda Solo (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Para pelaku usaha taksi di Kota Solo berencana melakukan mogok operasi pada Selasa (11/7). Langkah itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mendesak pemerintah agar segera menghentikan operasi dari taksi sewa khusus atau Uber.

“Dalam aksi itu rencananya akan diikuti oleh sekitar enam pelaku usaha taksi, diantaranya adalah Kosti, Sakura, Mahkota, Wahyu Sukoharjo, Bengawan dan Gelora,” ujar Team Perijinan Aksi yang sekaligus menjabat sebagai Manager Kosti, Suyanto kepada wartawan, Jumat (7/7).

Disampaikan, keberadaan Uber yang memasang tarif lebih murah itu dianggapnya tidak hanya merusak system transportasi di kota Solo tapi juga telah melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Pasalnya dari sisi regulasi keberadaan mereka belum diatur dan statsusnya masih ilegal karena belum memiliki badan hukum yang jelas.

“Sehingga kita berharap pemerintah bisa bertindak tegas. Dan salah satu poin utama dari tuntutan kita dalam aksi nanti adalah menutup aplikasi Uber tersebut,” jelasnya.

Hal sama juga disampaikan Direktur Gelora Taksi, Meddy Sulistiyanto. Ia menyebut dengan tarif sangat rendah yang diberlakukan oleh Uber tidak hanya membuat persaingan menjadi tidak sehat, tapi juga dianggap akan menghancurkan pelaku usaha taksi konvensional yang sudah mapan selama ini.

“Karena kalau harus bersaing tarif dengan mereka tentu kita akan kalah. Mengingat selama ini operasi mereka telah disubsidi oleh korporasi dan tidak dibebankan dengan biaya tambahan lain seperti KIR, ijin usaha, sopir dan yang lain,” tandasnya.

Sehingga untuk menyikapi itu, pemerintah diharapkan bisa bertindak tegas dan segera turun tangan untuk dapat menyelesaikan persoalan. Karena jika dibiarkan akan merugikan pelaku usaha taksi konvensional.

Menurut dia, aksinya sendiri rencana akan dipusatkan di kawasan bundaran Gladak dengan memparkirkan sekitar 800 unit armada taksi dari enam perusahaan taksi di Kota Solo. Dan dimulai  pada sekitar pukul 08.00 WIB.

“Kita juga minta maaf kepada masyarakat dan pelanggan taksi, apabila pada hari itu tidak dapat melayani dan dianggap akan menggangu aktifitas pengguna jalan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Organda Solo, Joko Suprapto dalam kesempatan yang sama menyampaikan ikut mendukung rencana aksi damai tersebut. Hanya saja diharapkan, aksi itu jangan sampai  dinodai dengan kegiatan yang negative karena bisa merusak nama baik Kota Solo dan Organda itu sendiri.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge