0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UNS Didesain Sebagai Kampus Benteng Pancasila

Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS (kiri) (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Universitas Sebelas Maret (UNS) sejak berdiri didesain sebagai benteng Pancasila. Sebelum kampus-kampus lain mendeklarasikan sebagai kampus Pancasila, UNS sudah menjadi kampus Benteng Pancasila.

“Sebagai satu-satunya kampus yang ada tempat ibadah yang lengkap sejak awal UNS didirikan, dimana ada Masjid, Gereja Kristen, Gereja Katholik, Pura dan Vihara dalam satu kawasan yakni kawasan pengamalan Pancasila,” ungkap Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS kepada Timlo.net, di Rektorat UNS, Solo, Jumat (7/7).

Ravik mengemukakan, bahkan dana untuk membangun masjid waktu itu memang tidak diperuntukkan membangun masjid saja tetapi untuk membangun kawasan pendidikan karakter dan pengamalan Pancasila. “Artinya pendidikan karakter sudah sejak awal UNS berdiri telah diterapkan di UNS,” jelasnya.

Misalnya, lanjut Rektor UNS, kalau dulu dulu ada matakuliah kewiraan, kewirausahaan sebagai wujud semangat kemandirian, mata kuliah Pancasila yang waktu awal reformasi ramai-ramai menanggalkan tetapi sampai sekarang UNS bertahan dan tetap tidak absen memberikan mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan. Bahkan menjadi matakuliah wajib dengan dua SKS bagi mahasiswa.

“Itu salah satu bukti UNS sebagai kampus Benteng Pancasila,” ungkapnya.

Ravik juga mengemukakan, sejak awal mahasiswa UNS masuk sudah diberi semacam pendidikan karakter. Kebetulan UNS bekerja sama dengan ISQ yang arahnya membentuk karakter dan nasionalisme. Termasuk dosen-dosen umum selain dosen Pancasila dan agama, agar memberikan semacam sentuhan kepada mahasiswa untuk menyampaikan tentang UNS Active.

UNS Active sebenarnya salah satu bentuk pendidikan karakter yang kini diterapkan di civitas akademika UNS,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge