0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jadi Tempat Nyadran, Sendang Gemuling Dipercaya Membawa Berkah

Tradisi nyadran warga Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon di Sendang Gemuling. (foto: Agung Widodo)

Sragen – Kendati jaman sudah semakin maju, namun tradisi nyadran masih dilestarikan oleh sebagian besar masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh warga Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen. Acara nyadran ini digelar di sebuah Sendang Gemuling yang dianggap sebagai sumber mata air.

“Dulu banyak orang sulit untuk mendapatkan air dan akhirnya simbah kita menemukan sumur atau sendang ini yang menjadi kesejahterakan warga sampai sekarang,” kata sesepuh Dukuh Karang, Admo Dimejo (87), Kamis (6/7).

Menurutnya, tradisi nyadran ini telah diwariskan secara turun-temurun dari moyang mereka. Ratusan warga yang hadir dalam nyadran tersebut membawa aneka makanan seperti nasi serta lauk pauknya dan makanan ringan.

Setelah usai didoakan oleh sesepuh desa, makanan dihidangkan dan dimakan secara bersama-sama oleh warga yang hadir. Mulai dari orang tua, remaja hingga anak-anak.

Admo Dimejo menyampaikan, kegiatan rutin tahunan tersebut dilakukan setiap Rabu legi. Kegiatan tersebut juga sebagai tanda syukur kepada Sang Pencipta yang telah menberikan nikmat dan kekuasaan-Nya memberikan sumber air yang melimpah kepada warga.

“Saya minta ke anak cucu, jika nanti saya tiada, tolong tradisi ini tetap dilestarikan. Karena air ini adalah nikmat yang telah tuhan berikan kepada warga desa,” papar Admo Dimejo.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge