0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab dan Pemkot Diminta Jalankan e-Retribusi dan e-Pajak

Bandoe Widiarto (Setyo Pujis)

Solo – Bank Indonesia (BI) Solo himbau para perbankan di kawasan eks karisidenan Surakarta untuk dapat saling bersinergi dengan pemerintah kota atau kabupaten. Pasalnya, pada Januari 2018 Kementrian Dalam Negeri melalui surat edaran yang telah dikeluarkan menginstruksikan setiap kabupaten atau kota harus dapat menginplementasikan layanan transaksi non tunai.

“Saya kira instruksi yang dilakukan oleh Kemendagri ini cukup bagus. Karena jika setiap pengeluaran dan penerimaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dilakukan secara non tunai tentu akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto kepada wartawan, Kamis (6/7).

Terkait dengan infrastruktur di perbankan sendiri, Bandoe menyebut sejauh ini sudah cukup siap untuk membantu melancarkan program layanan non tunai tersebut. Hanya kedepan yang diperlukan adalah sinergisitas dan koordinasi antara perbankan dan pemerintah daerah setempat kaitannya dengan hal-hal teknis yang diperlukan.

“Boyolali kalau kita melihat justru sudah semua menggunakan layanan non tunai. Dan untuk kota Solo sendiri juga sudah mengawali, diantaranya melalui e-Pajak dan e-Retribusi. Sehingga bagi yang belum, mungkin bisa segera melakukan persiapan,” jelasnya.

Sementara itu, Assisten Perekonomian Setda Solo, Triana menyampaikan implementasi program non tunai yang dijalankan oleh Pemkot Solo selama ini sudah cukup lancar. Bahkan dengan adanya layanan itu dianggap dapat membantu meningkatkan akuntabilitas keuangan.

“Untuk di Solo sendiri sudah ada dua program yang dilakukan secara non tunai, yaitu antara lain e-retribusi dan e-pajak. Sejak diterapkannya layanan itu sangat cukup membantu, karena sekarang tidak perlu lagi tenaga kerja maupun karcis,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge