0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kentrung Hantar Bondet Raih Gelar Doktor

Bondet Wrahatnala meraih gelar Doktor Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo —¬†Kebertahanan Kentrung telah menghantar Bondet Wrahatnala meraih gelar Doktor Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, di Kampus ISI Surakarta, Kamis (6/7). Ia berhasil lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Di depan Dewan Penguji yang dipimpin Prof Dr Sri Rochana Widiyastutieningrum SKar MHum, Bondet mengatakan, kentrung adalah bentuk teater tutur rakyat yang dibawakan oleh dalang yang disebut dalang kentrung.

“Cerita dituturkan berbentuk prosa, dibawakan secara berlagu, diselingi pantun – parikan – yang juga dinyanyikan, serta diiringi permainan musik trebang (rebana),”jelasnya.

Menurut Bondet, kentrung diduga muncul pada zaman kesultanan Demak, yang meliputi pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Saat ini kentrung masih bisa dijumpai di Jepara, Blora, Demak dan Tulungagung. Di Jepara, keberadaan kentrung lekat dengan fungsi religi, yaitu sebagai alat dakwah agama Islam.

Bondet mengatakan, penelitian tentang Keberadaan Kentrung dalam Kehidupan Masyarakat Jepara adalah untuk menjawab, bagaimana sejarah dan mitos tentang pertunjukan kentrung menurut masyarakat di Jepara, bentuk dan fungsi pertunjukkan kentrung dalam di Jepara, dan mengapa pertunjukkan kentrung masih bertahan hidup.

Dalam mempertahankan disertasinya, Bondet menyimpulkan, masyarakat pelaku dan penyangga kehidupan kentrung di Jepara yakin bahwa orang pertama yang melakukan dharma ‘mbarang kentrung’ adalah Syeh Jondang. Oleh karena itu pula, lalon Syeh Jondang dianggap sebagai lakon yang paling wigati dan disakralkan.

Selain itu, kata Bondet, kentrung dapat bertahan hidup di Jepara sampai sekarang karena faktor, diantaranya, mitos yang diyakini, ritual-ritual yang mempersyaratkan kentrung sebagai sarananya, dan sebagainya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge