0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ibunda Syaits Asyam Berlinang Air Mata Saat Bersaksi di Pengadilan

Sri Handayani, ibunda Syaits Asyam memberi kesaksian di hadapan majelis hakim (Foto: Raymond)

Karanganyar – Suara lirih Sri Handayani, ibunda Syaits Asyam itu jelas terdengar di ruang sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Rabu (5/7). Syaits Asyam merupakan mahasiswa UII yang menjadi korban saat pelaksanaan kegiatan kampus Diksar Mapala.

Sambil terisak, suara wanita berjilbab itu nyaris parau saat menceritakan penderitaan putra kesayangannya jelang sakaratul maut.

“Anak saya yang ganteng jadi seperti itu, saya histeris,” ujar Sri di hadapan majelis hakim.

Sri ingat benar ditelepon salah seorang teman Syaits Asyam yang mengabarkan kondisinya di RS Bethesda pada Sabtu (21/1) sekitar pukul 10.30 WIB. Sejam kemudian, ia sampai ke RS itu dan langsung ke ruang perawatan.

Di situ, Sri tak kuasa menyentuh anaknya yang berkondisi mengenaskan. Dengan hanya melihat luka di sekujur tubuh Asyam, hatinya sudah hancur.

“Saya takut menyentuh karena takut menambah sakitnya. Saya hanya cium saja,” katanya.

Sebuah alat bantu pernapasan terpasang pada muka Asyam. Sesaat kemudian, dokter meminta Sri mencatat perkataan Asyam, seakan tahu waktu pemuda itu di dunia sudah tidak banyak. Asyam lalu bercerita dirinya dianiaya secara brutal oleh seniornya di lokasi diksar Watusambang, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar.

“Disabet rotan (punggung) berkali kali. Leher sakit karena angkat beban air, kaki juga diinjak lalu dipukul. Yang melakukan Yudi. Hanya itu yang dia omongkan,” ujar Sri.

Dalam kondisi sakit parah, Asyam sempat meminta maaf kepada ibundanya dan mencium tangannya. Ia pun istirahat sambil menunggu pamannya menjenguk.

Namun sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi Asyam drop. Nafasnya makin berat. Sri mendampingi putra kesayangannya itu hingga menemui ajal.

“Saya yang mengantarnya ke sakaratul maut. Di kamar itu juga,” ujar Sri sambil berlinang air mata.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge