0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Wacanakan Denda Gembok Naik Lima Kali Lipat

Petugas menggembok roda mobil yang parkir sembarangan di jalan depan RSUD Dr Moewardi, Jebres, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Biaya buka gembok roda kendaraan bermotor diwacanakan naik hingga lima kali lipat. Kenaikan denda untuk kendaraan yang diparkir di area terlarang itu diharapkan dapat memberi efek jera bagi pelanggar.

“Nyatanya sampai sekarang masih ada terus yang melanggar,” kata Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Solo, Muhammad Usman, Rabu (5/7).

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Solo nomor 1 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan, biaya buka gembok bagi kendaraan yang diparkir di area terlarang ditetapkan sebesar Rp 100 Ribu. Denda tersebut berlaku bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Usman mengusulkan kenaikan menjadi Rp 500 Ribu untuk Mobil dan Rp 250 Ribu untuk kendaraan roda dua.

“Di Jakarta sudah seperti itu,” kata dia.

Merujuk data Dishub, tingkat pelanggaran parkir di Solo masih bertahan di kisaran 7-15 kasus per bulan. Padahal razia parkir Dishub, menurut Usman, sudah tidak intens dilaksankan. Dari data itulah, Usman menilai biaya buka gembok saat ini belum memberi efek jera untuk para pelanggar.

Kendati demikian, proses penetapan biaya buka gembok harus melalui revisi perda Nomor 1 tahun 2013. Pihak Dishub saat ini telah melayangkan nota dinas kepada Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo untuk segera ditindaklanjuti.

“Kita usulkan kepada walikota untuk direvisi,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge