0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelapor Kaesang Berstatus Tersangka di Kasus yang Lain

Jokowi dan Kaesang (sumber: Youtube.com)

Timlo.net – Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, dilaporkan polisi dengan tuduhan ujaran kebencian. Sang pelapor, Muhammad Hidayat Simanjuntak ternyata juga masih menyandang status sebagai tersangka atas kasus ujaran kebencian terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan saat aksi 411.

Kasusnya ditangani langsung oleh Polda Metro Jaya.

“Ya bener. Dia juga sudah tersangka. Dia pernah dilaporkan terkait ujaran kebencian,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/7).

Argo menuturkan, pihaknya sempat melakukan penahanan pada Hidayat. Namun akhirnya dibebaskan.

“Sebenarnya ditahan. Cuma ditangguhkan,” katanya.

Dia tidak menjelaskan alasan polisi membebaskan Hidayat. Menurutnya, itu sudah dipertimbangkan oleh penyidik.

“Ya tentu alasan subjektivitas penyidik. Seperti dia tidak akan melarikan diri,” jelasnya.

Meski penahanan Hidayat ditangguhkan, Argo memastikan kasusnya tetap berjalan dan diproses.

“Masih lanjut. Tetap diproses kasusnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Muhamad Hidayat Simanjuntakmelaporkan akun media sosial Youtube milik Kaesang Pangarep yang merupakan putra bungsu dari Presiden Joko Widodo ke Polres Metro Bekasi Kota. Hidayat menilai, isi salah satu video tersebut mengandung ujaran kebencian.

“Saya melakukan pelaporan tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian, selaku warga negara yang ingin kontribusi terhadap kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya penegakan hukum,” kata Hidayat.

Hidayat mengatakan, yang dilaporkan merupakan akun media sosial. Dia tak mengetahui siapa sebetulnya pemilik akun tersebut, apakah putra dari Presiden Joko Widodo atau bukan. Ia menganggap dalam video berjudul #BapakMintaProyek terdapat dugaan pidana ujaran kebencian.

“Yang paling mudah diingat adalah kata ‘Dasar Ndeso’, dan kata-kata kafir, ada di dalam LP (laporan) saya,” katanya.

Dia mengatakan, pelaporan kepada polisi merupakan langkah benar, ketimbang melakukan aksi persekusi.

“Karena polisi dibayar, tugasnya menangani dugaan pidana. (polisi) Kita gaji,” cetusnya.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge