0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Apa yang Dialami Tubuh Saat Konsumsi Protein Berlebihan?

Makanan kaya protein. (Dok: Timlo.net/ TImes of India. )

Timlo.net—Asupan protein memang diperlukan supaya fungsi tubuh kita berjalan dengan baik. Tapi mengkonsumsi terlalu banyak protein bisa membuat sistem tubuh tidak seimbang. Lebih dari itu, kelebihan protein bisa menimbulkan masalah-masalah kesehatan yang serius.

Menurut DRI (Dietary Reference Intake), tubuh memerlukan 0,8 gram protein per kg berat badan. Jadi untuk pria yang tidak aktif secara fisik, rata-rata memerlukan 56 gram protein per hari. Sementara wanita yang tidak aktif secara fisik rata-rata memerlukan 46 gram protein per hari. Bila mengkonsumsi protein lebih dari itu, maka fungsi tubuh bisa mengalami kerusakan. Apa saja resiko yang dialami bila kita mengkonsumsi protein lebih dari yang dibutuhkan?

Ginjal bekerja ekstra keras

Saat mengkonsumsi protein, tubuh kita juga mengkonsumsi produk sampingannya berupa nitrogen. Ginjal kita perlu menyaring nitrogen dari darah kita. Jika protein yang dikonsumsi sesuai kebutuhan tubuh, nitrogen ini akan dibuang lewat urin. Tapi bila proteinnya lebih banyak dari yang dibutuhkan, ginjal perlu bekerja keras untuk menyingkirkan nitrogen dalam tubuh. Jika hal ini berlangsung terus menerus, maka ginjal kita bisa rusak.

Picu gangguan perut

Orang-orang yang menjalani diet rendah karbohidrat dan tinggi protein seringkali mengalami sembelit dan kembung. Hal ini karena kekurangan serat bisa menimbulkan masalah pada sistem pencernaan. Akibatnya adalah kita mengalami gangguan pencernaan.

Berat badan bertambah

Oang seringkali berpikir makanan yang kaya protein ideal untuk menjaga berat badan. Tapi, bila dikonsumsi berlebihan, protein bisa menimbulkan penambahan berat badan. Diet tinggi protein bisa membuat Anda mengalami penurunan berat badan tapi dalam durasi singkat. Jika Anda terus makan makan tinggi protein, maka berat badan Anda akan bertambah. Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 7 ribu orang dewasa. Hasil penelitian itu menyatakan jika mereka yang makan protein berlebih, akan bertambah berat badannya.

Mulut bau

Mengurangi karbohidrat dan menambah makanan tinggi protein membuat tubuh memasuki kondisi yang disebut ketosis. Itulah kondisi di mana tubuh perlu mengolah lemak tubuh menjadi energi. Hal ini terdengar bagus untuk menurunkan berat badan, tapi tidak baik untuk nafas. Saat tubuh kita membakar lemak, tubuh juga memproduksi zat kimia disebut ketone. Zat itu membuat mulut berbau. Sekalipun Anda sikat gigi atau berkumur, nafas Anda tetap bau karena hal ini.

Mood terpengaruh

Jenis makanan yang kita konsumsi mempengaruhi hormon kebahagiaan. Otak kita perlu karbohidrat untuk merangsang produksi hormon pengatur mood disebut serotonin. Jika karbohidrat disingkirkan dari diet kita, maka kita merasa gampang marah dan bahkan depresi.

Menurut penelitian, orang dewasa dengan berat badan berlebih yang diet rendah karbohidrat, gampang marah. Hal ini berbeda dengan orang dewasa yang menjalani diet tinggi karbohidrat rendah lemak.

Merasa dehidrasi

Makanan tinggi protein meningkatkan keinginan minum air. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan jika terlalu banyak protein bisa membuat tubuh mengalami dehidrasi ringan. Para ahli berkata jika ginjal kita terus bekerja untuk mengeluarkan kelebihan protein juga nitrogen. Saat itu kita akan lebih sering kencing dan akhirnya merasa lebih sering haus.

Sumber: Times of India.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge