0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Denda Sanksi Gembok Tergolong Rendah, Dishub Ingin Perda Direview

Salah satu mobil digembok oleh petugas (timlo.net/heru)

Solo – Rambu-rambu larangan parkir dan operasi penegakan perda yang dilakukan Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Solo selama lebaran 2017 diklaim berhasil. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pelanggaran parkir yang menurun secara signifikan dibandingkan dengan lebaran 2016 silam.

“Penurunannya cukup banyak. Kami menghitung dari H-8 hingga H+7 lebaran, hanya sekitar 10 pelanggar yang terkena sanksi penindakan. Sedangkan pada tahun lalu ada sekitar 17 pelanggaran,” papar Kabid Perparkiran, Muhammad Usman, Selasa (4/7).

Usman mengatakan pelanggaran parkir didominasi oleh kendaraan roda empat. Dari sepuluh pelanggar, mayoritas adalah mobil dari luar kota Solo.

“Kebanyakan dari Jakarta dan Bandung. Ada kendaraan berplat AD juga yang melanggar, tapi pengendara berasal dari Boyolali,” terang Usman.

Dikatakan bahwa dirinya geram akibat banyak oknum pengemudi dari luar kota yang menganggap enteng denda yang dikenakan oleh Dishub. Sebab, kebanyakan pelanggar yang dari luar kota merasa denda yang diterapkan di Kota Bengawan cukup rendah dibandingkan dengan denda di kota asal mereka.

“Kalau di Solo hanya Rp 100 ribu, sedangkan di Jakarta bisa sampai Rp 500 ribu. Selisih ini menyebabkan pengemudi dari luar kota cenderung melakukan pelanggaran, meskipun kita sudah optimalkan rambu-rambu larangan parkir,” terang dia.

Lebih lanjut, pihaknya akan memberikan usulan untuk mereview ulang terhadap Perda No. 1 tahun 2013 tentang penyelenggaraan perhubungan, yang dianggap terlalu rendah nilai dendanya.

“Bisa jadi direview, kalau mungkin ditambah dendanya seperti apa, karena memang di Solo relatif rendah (denda),” kata Usman.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge