0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bakal Calon Rektor ISI Surakarta Paparkan Visi Misi

(foto: Tyo Eka)

Solo – Sebanyak empat bakal calon (balon) Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta memaparkan visi-misi, di Teater Besar ISI Surakarta, Selasa (4/7). Keempat balon Rektor ISI Surakarta tersebut, adalah Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar, M.Hum, Dr. Bambang Sunarto, S.Sen, M.Sn, Dr. Sugeng Nugroho, S.Kar, M.Sn dan Dr. Guntur, M.Hum.

“Paparan visi misi merupakan rangkaian tahap penyaringan bakal calon rektor. Rektor ISI Surakarta periode sekarang ini akan berakhir pada tanggal 5 September 2017 mendatang,” ungkap salah seorang Panitia Pemilihan Rektor ISI Surakarta, Prastawa Sunu kepada wartawan.

Pada kesempatan itu, balon I Nyoman Sukerna menyampaikan visi, yakni ISI Surakarta menjadi lembaga pendidikan tinggi seni yang menghasilkan sumber daya manusia bermutu, cerdas, unggul, berbudaya dan berkarakter. Selain visi, Ia juga menyampaikan misi, diantaranya, menyelenggarakan pendidikan di bidang seni budaya melalui sistem pembelajaran yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang memiliki etika, akhlak, dan integritas yang tinggi.

“Memberdayakan ISI Surakarta sebagai pusat informasi seni budaya yang akurat dan terpercaya, termasuk misi kami,” ungkap Sukerna.

Sementara itu, balon Bambang Sunarto saat menyampaikan paparan visi dan misi, mengemukakan, di bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan ISI Surakarta menghadapi empat persoalan. Diantaranya, konstruksi kurikulum yang saat ini digunakan dapat dikatakan out of date, karena disusun dengan metode penyusunan berbasis isi, Content Based Learning.

Persoalan lain, menurut Bambang, adalah kegiatan pembelajaran dan kemahasiswaan belum sepenuhnya mendukung tercapainya prestasi mahasiswa di berbagai program kompetisi nasional, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) dan lain-lain.

Bambang menyatakan program-program studi yang ada di ISI Surakarta sebagaian besar merupakan cultural heritage seperti seni karawitan, seni tari, seni pedalangan, etnomusikologi dan sebagainya. “Program studi demikian sulit untuk ikut ambil bagian mendukung tercapainya visi Kementerian Ristek dan Dikti secara utuh” ungkapnya.

Upaya peningkatan mutu ISI Surakarta, menurut Bambang, perlu dilaksanakan secara berkelanjutan. Salah satu upaya untuk itu adalah mengembangan Penjamin Mutu yang sesuai dengan core bisnis ISI Surakarta.

Pada kesempatan itu, balon Guntur menyampaikan visi ISI Surakarta sebagai artistic Research University Berbasis Kreativitas dan Inovasi Seni. Adapun misinya antara lain adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan seni untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, inovatif dan berdaya saing. Disamping meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dan penciptakan seni berbasis artistic research.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge