0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rencana PPDB Gelombang II, Sekolah Swasta Cemas Tak Dapat Siswa

Audiensi FKKS dengan DPRD Sragen soal PPDB Online. (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Sejumlah kepala sekolah swasta tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bumi Sukowati mencemaskan nasib sekolah mereka yang terancam tidak mendapatkan siswa. Mereka meminta DPRD Sragen untuk membatalkan rencana pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online gelombang II oleh SMP negeri.

“Kalau sampai SMP swasta tutup karena tidak dapat siswa baru, ratusan orang akan kehilangan pekerjaan. Makanya kami minta bapak-bapak dewan mendukung kami,” kata Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKS), Suprapto.

Usai beraudiensi dengan pimpinan DPRD Sragen, Senin (3/7) Suprapto menyampaikan, rencana pembukaan PPBD online gelombang II di SMP negeri bisa mematikan SMP swasta. Pasalnya, SMP swasta di Sragen yang jumlahnya mencapai 42 sekolah akan tutup lantaran tidak mendapat siswa baru.

Menurut Suprapto, pembukaan PPDB online tidak semestinya dilakukan mengingat siswa baru yang tidak tertampung di SMP Negeri bisa sekolah di SMP swasta. Hal ini demi asas keadilan agar SMP negeri dan swasta bisa berjalan beriringan dalam memberikan pendidikan terbaik.

Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto mengaku keberatan kalau SMP negeri memaksakan untuk membuka PPBD online gelombang II. Selain bisa mematikan SMP swasta, dasar hukum PPDB online juga tidak jelas.

“Kami minta PPDB online gelombang dua ditiadakan saja. Kasihan sekolah swasta kalau sampai tidak kebagian murid,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge