0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rumah Suhartono Nyaris Terbakar Gara-Gara Balon Udara

Balon udara hampir bakar rumah (merdeka.com)

Timlo.net — Rumah milik Suhartono (38) yang berada di Padukuhan Kedongdowo Kulon, Pampang, Paliyan, Gunungkidul nyaris terbakar karena balon udara yang jatuh di atap rumahnya, Minggu (2/7) petang. Balon udara berdiameter 1,5 meter yang menggunakan api itu sempat membakar beberapa genting rumah Suhartono.

Suhartono menuturkan bahwa saat dirinya sedang menyapu halaman rumahnya sekitar pukul 17.15 WIB mendengar suara bergemuruh dari belakang rumahnya.

“Tiba-tiba ada suara gemuruh. Kencang suaranya. Saya cari sumber suaranya ternyata dari belakang rumah,” ujar Suhartono, Senin (3/7).

Setelah mengecek sumber suara, Suhartono mendapati ada sebuah balon udara yang tersangkut di atap rumahnya. Balon udara, sambung Suhartono, berbahan plastik transparan, diameternya sekitar 1,5 meter dan penahan pembakarnya menggunakan kawat.

“Membakarnya menggunakan minyak tanah. Saya tidak tahu darimana asal balon udara tersebut. Tetapi balon itu nyaris membakar rumah saya. Beberapa genting sudah rusak terbakar. Untung segera ketahuan, kalau tidak enggak tahu juga nasib rumah saya bagaimana,” keluh Suhartono.

Suhartono pun meminta agar tak ada lagi yang bermain balon udara. Balon udara bisa terbang jauh dan jika tak diawasi, bisa membakar rumah ataupun bangunan saat tersangkut.

“Tidak tahu siapa yang main balon udara. Semoga tidak ada lagi yang mainan balon udara. Kalau sampai menjadi penyebab kebakaran kan kasihan korbannya,” pungkas Suhartono.

Bermain balon udara saat ini sudah dianggap membahayakan. Salah satunya membahayakan lalu lintas pesawat. Hal ini telah diatur dalam Pasal 411 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Pelaku diancam hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 500 Juta.

[eko]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge