0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini 8 SD Negeri di Solo yang Bakal Digabung

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Solo, Wahyono (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo menyatakan, mulai tahun ajaran tahun 2017/2018, kegiatan belajar dan mengajar (KBM) 8 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Solo digabung.

“Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) No. 421/44/1/2017 tentang Penggabungan Sekolah Dasar Negeri Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah 2017,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Wahyono saat dikonfirmasi wartawan, di Solo, Senin (3/7).

Kedelapan SDN yang digabung, menurut Wahyono, adalah SDN Baturono dan SDN Kusumodilagan di Kecamatan Pasar Kliwon, digabung menjadi SDN Kusumodilagan. SDN Nayu Barat 3 dan SDN Nayu Barat 2 di Kecamatan Banjarsari, menjadi SDN Nayu Barat 2. Sementara itu, di Kecamatan Jebres, SDN Karengan dan SDN Kampung Sewu di Kecamatan Jebres digabung menjadi SDN Kampung Sewu. SDN Sudiroprajan 125 digabung dengan SDN Gandekan menjadi SDN Gandekan.

“Saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga telah disosialisasikan kepada masyarakat tentang penggabungan sekolah-sekolah tersebut,” jelasnya.

Termasuk terkait jumlah maksimal siswa dalam satu rombongan belajar (Rombel) sebanyak 28 orang. Hal itu, kata Wahyono, mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 17/2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada TK, SD, SMP, SMA, SMK atau yang Sederajat.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge