0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tips Mengurangi Dampak Negatif Untuk Pemakan Emosional

Pemakan emosional. (Dok: Timlo.net/ LiveChanging.fitness. )

Timlo.net—Makan sebatang coklat atau satu porsi burger yang lezat saat kita merasa murung, kesal atau lelah adalah hal yang umum dilakukan. Makanan memiliki kemampuan untuk membuat Anda merasa lebih baik. Tapi jika Anda selalu berpaling pada makanan untuk menghibur diri, maka Anda adalah pemakan emosional. Bila kebiasaan ini terus dilakukan, efek jangka panjangnya akan merugikan Anda. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Ada berbagai penyebab dari kebiasaan ini. Berikut beberapa tips sederhana untuk mengurangi dampaknya:

-Tanyakan kepada diri sendiri kenapa Anda ingin makan saat Anda tidak lapar secara fisik. Apakah untuk mengisi kekosongan dalam jiwa? Ataukah Anda benar-benar merasa lemas? Pemakan emosional biasanya makan karena kondisi emosi mereka seperti kegelisahan dan bahkan kebosanan.

-Beberapa orang makan tanpa berpikir setiap kali duduk di depan televisi. Saat asyik menonton TV, mereka tidak sadar berapa banyak junk food yang mereka konsumsi. Pada akhirnya, kalori dari junk food ini akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan.

-Salah satu langkah pertama untuk mengatasi masalah ini adalah menerima fakta jika Anda adalah pemakan emosional. Buatlah jurnal berisi daftar makanan yang Anda konsumsi setiap harinya, kapan Anda memakannya dan perasaan Anda saat itu. Hal ini akan menolong Anda mengenali pola dan menemukan cara untuk melawan atau mematahkan pola itu.

-Ganti semua makanan tidak sehat di dapur dan rumah dengan pilihan yang lebih sehat. Ganti makanan tinggi kalori dengan makanan alternatif yang sehat dan lezat. Setiap Anda ingin makan di luar, tanyakan apakah Anda benar-benar lapar dan ingin makan atau Anda ingin menghibur diri?

Mengatasi kebiasaan makan yang emosional memang memerlukan waktu. Tapi dengan latihan, kebiasaan ini bisa dipatahkan.

Sumber: Times of India.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge