0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Baru 12 Menit Terbang, Helikopter Basarnas Pancarkan Sinyal Darurat

(Helikopter Basarnas HR 3602 saat persiapan terbang yang berujung musibah | Dokumentasi Basarnas)

Semarang – Helikopter Basarnas HR 3602 yang celaka akibat menabrak bukit di Candiroto, Temanggung Minggu kemarin, baru sekitar 12 menit terbang dari Lanumad Ahmad Yani, Semarang. Kecelakaan terpantau langsung, karena adanya sinyal gawat darurat.

“Sinyal itu berasal dari peralatan Emergency Locater Transmitter (ELT) yang terpasang di pesawat. Begitu pesawat jatuh, peralatan akan aktif dan bisa dilacak lokasinya,” tutur seorang perwira Basarnas di Semarang, Senin (3/7).

Pesawat bertolak dari Semarang pukul 16.00 dan cuaca saat itu cerah. Dengan kemampuan pesawat Dauphin yang bisa melaju 269 km/jam, tujuan ke Dieng seharusnya bisa dicapai kurang dari setengah jam. Namun, baru 12 menit terbang terjadi kecelakaan. Heli menabrak bukit, dan sempat terbakar pada saat proses evakuasi.

Delapan orang yang ada di dalam pesawat tewas. Mereka adalah pilot Kapten Laut (P) Haryanto, kopilot Kapten Laut (P) Li Solihin, Serka MPU Hari Marsono dan Peltu LPU Budi Santoso. Sedangkan empat orang lainnya adalah rescuer dari Kantor Semarang, yakni Nyoto Purwanto, Maulanda Afandi, Budi Resti dan Catur.

Editor : Ari Kristyono

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge