0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tradisi Bakdo Sapi di Lereng Gunung Merapi

Arak-arakan hewan ternak sapi dengan berkalung ketupat di lehernya,tradisi warga Dusun Mlambong, Desa Sruni, Musuk, sepekan setelah lebaran (timlo.net/nanin)

Boyolali — Sepekan usai lebaran, masyarakat di Dusun Mlambong, Desa Sruni, Musuk, memiliki tradisi yang dijalankan turun temurun. Tradisi tersebut biasa disebut bakdo sapi. Dimana hewan ternak sapi diarak keliling kampung sambil berkalung ketupat.

“Ini wujud terimakasih kita kepada hewan ternak sapi, disini banyak masyarakat yang mengandalkan hidup dari hasil ternak sapi,” jelas tokoh masyarakat setempat Hadi Suparno, Minggu (2/7).

Ratusan hewan ternak sapi berkumpul di jalan kampung bersama pemiliknya sebelum matahari terbit. Sapi-sapi itu dikalungi ketupat. Kemudian, sapi-sapi itu diarak keliling kampung.

”Tradisi ini sudah dijalankan turun temurun. Biasanya digelar sepekan setelah lebaran atau saat syawalan,” lanjutnya.

Bagi warga pemilik ternak sapi, kata dia, tradisi bakdo sapi dimaknai mereka harus memperlakukan sapi sebagai anggota keluarga dengan merawat dan menjaganya. Warga juga mempercayai, usai bakdo sapi digelar, hewan ternak mereka semakin berkembang dan produksi susu sapi melimpah.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge