0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sudah Dua Kali Heli Basarnas Hancur di Jawa Tengah

(Helikopter Basarnas HR 3602 saat persiapan terbang yang berujung musibah | Dokumentasi Basarnas)

Timlo.net – Kecelakaan helikopter jenis Dauphin AS365N3 Badan SAR Nasional (Basarnas) di Candiroto, Temanggung, Minggu (2/7) sore, bukan yang pertama kali terjadi di Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, Basarnas juga kehilangan sebuah helikopter jenis BO-105 saat latihan di perairan Pantai Marina, Semarang.

Catatan yang dihimpun Timlo.net, kecelakaan pertama terjadi tanggal 18 November 2009. Saat itu tengah berlangsung latihan SAR di perairan Pantai Marina Semarang. Helikopter berkode registrasi HR 1520 yang diterbangkan Kapten Laut Mursidi dan Lettu Laut Wahyu, mendadak jatuh di laut saat bermanuver.

Tiga orang rescuer Basarnas, Nur Isrodin dan Michael dari kantor pusat dan Gohan Wijayana dari Kantor SAR Semarang, mengalami cedera dalam kejadian itu. Namun, pesawat yang jatuh ke laut hancur berantakan.

Musibah kedua terjadi Minggu sore tadi, menimpa helikopter Dauphin berkode registrasi HR 3602. Pesawat naas itu menabrak bukit Muntung di kawasan Gunung Buthak, Candiroto, Temanggung. Ada sembilan orang di dalam pesawat, namun hingga malam ini belum ada kepastian mengenai nasib korban, kendati lokasi kecelakaan sudah diketahui dan evakuasi tengah berlangsung.

Helikopter Dauphin tergolong pesawat baru yang dimiliki Basarnas sejak tahun 2014. Selain masih baru, Basarnas juga tak lalai dalam perawatan. Di laman Basarnas.go.id, tahun lalu ada anggaran perawatan dua helikopter jenis Dauphin yang dilelangkan secara terbuka, senilai Rp 4,5 miliar.

 

 

 

Editor : Ari Kristyono

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge