0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

”Minimal Dua Orang, Kalau Ada Apa-Apa Temannya Bisa Bantu”

Penjagaan di Mapolres Boyolali diperketat, anggota dilengkapi senjata larang panjang (timlo.net/nanin)

Boyolali — Anggota Polres Boyolali dilarang bertugas  sendirian, paska penusukan  yang menimpa dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jaksel, akhir Juni kemarin. Selain itu, penjagaan di Mapolres Boyolali juga diperketat. Petugas dilengkapi senjata laras panjang.

“Minimal dua orang, jadi kalau ada apa-apa ada temannya yang bisa membantu,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andie, Minggu (2/7).

Apalagi, lanjut Kapolres, saat ini jajaranya sedang bertugas mengamankan arus balik lebaran. Sehingga harus bertugas di jalan mengatur arus lalu lintas hingga malam. Kebijakan agar tidak bertugas sendirian, tidak lepas dari anggota polisi yang menjadi sasaran teror.

“Penjagaan di Mako lebih kita tingkatkan, di Polsek juga,” tambahnya.

Kapolres juga mengingatkan anggota agar lebih meningkatkan kewaspadaan baik bagi dirinya sendiri maupun saat melayani masyarakat.

“Jangan sampai lengah, siapkan fisik,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge