0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Laga Kandang, Pasoepati Siap All Out

Seorang dirijen Pasoepati, Ferdiyan Iyo (bertopi merah) ikut memimpin aksi bersama dirijen dari BCS di Stadion Maguwoharjo Sleman, Selasa (13/6) malam (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo – Kompetisi kasta kedua Indonesia, Liga 2 tengah pekan nanti akan disuguhi partai menarik. Ya, duel dua klub penuh rivalitas, Persis Solo akan menjamu musuh bebuyutannya PSIS Semarang di Stadion Manahan, Kamis (6/7) mendatang.

Dua klub dengan sejarah panjang dan nama besar akan saling pukul demi target kemenangan dan gengsi penguasa Jawa Tengah. Selain itu, baik Persis maupun PSIS memiliki pendukung fanatik yang siap beradu kreativitas. Pasoepati sebagai tuan rumah tentu tak mau “dipermalukan” suporter tamu yakni Panser Biru dan Snex.

Mereka sudah siap memberikan dukungan penuh kepada Persis Solo dengan aksi-aksi menarik, seperti saat laga kandang lawan PPSM Magelang, bulan April lalu.

“Kami jelas bakal all out, karena sudah lama kami tak mendukung langsung klub kebanggaan di kandang sendiri,” ucap wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, Sabtu (1/7).

Akan tetapi, kubu Pasoepati masih bingung dengan sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang melarang suporter Persis Solo mengenakan atribut dalam tiga pertandingan Liga 2. Apakah hanya berlaku untuk pertandingan tandang saja atau juga pertandingan kandang.

Pasoepati sendiri dikenai sanksi oleh PSSI, buntut dari insiden di Bantul bulan Mei lalu. Untuk itu, pada Minggu (2/7) malam, Pasoepati akan menggelar pertemuan dengan manajemen Persis Solo.

“Pertemuan itu untuk menyamakan persepsi dengan manajemen. Kalau memang tidak boleh mengenakan atribut suporter, baiknya seperti apa. Usulan dari arus bawah ada beberapa pilihan. Salah satunya mengenakan baju batik,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge