0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perajin Selongsong Ketupat Panen Rezeki

Pedagang musiman menyanyam selongsong ketupat. (foto: Raymond)

Karanganyar – Lebaran di Indonesia selalu identik dengan ketupat. Hal itu dimanfaatkan para perajin anyaman daun janur ini untuk mendulang untung. Tak terkecuali warga Desa Gemantar dan Genengan, Jumantono yang secara turun temurun berdagang musiman selongsong ketupat.

“Kira-kira sudah 10 tahun ini berjualan selongsong setiap lebaran,” ujar Satiyem, warga Jumantono kepada Timlo.net, Sabtu (1/7).

Ia memilih Pasar Jungke untuk membuka lapak yang dipakainya berjualan sekaligus berproduksi. Modalnya daun kelapa segar atau janur.

Setelah diambil bagiannya, kemudian dianyam membentuk bagian luar selongsong. Wadah ini yang dijual ke pembeli. Mereka yang ingin menyajikan opor ayam biasanya tak melupakan ketupat isi nasi kukus.

“Sehari menyiapkan bahan untuk 40 ikat. Per ikat ada 10 biji selongsong. Ujuran kecil, per ikat Rp 5 ribu sedangkan ukuran sedang Rp 7 ribu. Iku harga tengkulak,” katanya.

Sejak berjualan jelang lebaran sampai sepekan setelahnya, ia mampu mendulang untung Rp 1 juta-Rp 1,5 juta.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge