0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

10 Sanggar Ikuti Festival Wayang Bocah di Sriwedari

Festival Wayang Bocah di Gedung Wayanbg Orang Sriwedari (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Sebanyak 10 penyaji akan tampil dalam gelaran Festiva Wayang Bocah yang dilaksanakan di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Sabtu-Minggu (1-2/7). Para peserta akan memperebutkan dua kategori kejuaraan yakni kategori kelompok dan perorangan, sengan total hadiah hingga Rp 30 juta.

Secara resmi acara tersebut dibuka langsung oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo. Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disala Rudy tersebut mengapresiasi kemauan anak-anak dalam mempelajari kesenian tradisional. Dia juga menyebut bahwa hal ini merupakan awal yang baik dalam pembinaan karakter anak.

“Selama masih ada anak yang mau menari, menggeluti dunia tradisi, selalu ada harapan baru untuk kebudayaan kita.” kata Rudy yang disambut tepuk tangan penonton.

Walikota berkeinginan menggabungkan Festival Wayang Bocah dengan agenda tahunan Bakdan Ning Solo. Lantaran kesamaan konsep pertunjukan yang berupa Wayang Orang, kesatuan ini dianggap perlu, selain sebagai media pembelajaran anak kepada penari profesional, juga sekaligus ajang pamer kebolehan pelajar Kota Bengawan dalam pelestarian budaya.

“Kalau bisa digabung lebih baik. Anak-anak bisa melihat penari profesional, dan sekaligus bisa menjaring penonton yang lebih banyak,” papar Rudy.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Solo Sis Ismiyati mengatakan, pendidikan karakter sangat diperlukan untuk menjawab tantangan jaman. Dasar-dasar kebudayaan sebagai masyarakat Jawa dengan etika dan kesopanan bisa ditanamkan kepada anak melalui pagelaran Wayang Orang.

“Selain memberikan wadah bagi guru kesenian untuk berkreasi dan berkompetisi sesuai visi dan misi kota Solo sebagai kota budaya, kita harapkan dengan kegiatan ini anak-anak bisa lebih belajar tentang kesopanan, nilai-nilai kesantunan dan lain-lain,” papar Ismi.

Sanggar-sanggar yang mengikuti Festival Wayang Bocah diantaranya Galuh Art, Eka Santi Budaya, Retno Sarwi Budaya, Sanggar Pincuk, Suryo Sumirat, Krida Budaya, Sana Pusta Budaya, Meta Budaya, Pagutri, dan Semarak Candra Kirana. Dengan Dewan Juri yakni Hari Mulyatno SKar MHum, Ali Marsudi SSn dan Drs Waliyono.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge