0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Adu Akting Bareng BCL, Ini Kesan Joe Taslim

Joe Taslim. (Dok.kapanlagi.com)

Timlo.net – Nama Joe Taslim sejauh ini dikenal luas karena film-film laga yang dibintanginya. Namun pada film terbarunya, suami dari Julie Taslim itu mendapat tantangan berat untuk bermain di film drama bertajuk SURAT KECIL UNTUK TUHAN. Dan di sana, Ia beradu akting dengan Bunga Citra Lestari (BCL).

Joe diceritakan sebagai sosok dokter muda bernama Martin. Dan ada beberapa adegan intense yang membuatnya harus menguras emosi dan tampil all out, keluar dari zona ‘nyaman’-nya. Pria berusia 36 tahun itupun lalu menceritakan pengalamannya selama syuting.

“Kalau untuk film drama ini yang paling menguras emosi ya, karena karakter si Martin itu dia ada sesuatu pada masa kecilnya yang buat dia bercita-bercita jadi dokter. Pada saat satu adegan emosionalnya Martin emang kedekatan dia sama salah satu karakter anak kecil di situ sangat luar biasa sebagai dokter. Dan secara personal bukti bahwa Martin ingin berbuat baik di dunia kedokteran, makanya dia merasa gagal dan kehilangan jadi satu. Pada saat saya baca pun tergugah oh my god, kalau saya di posisi ini sih pasti hancur saya. Kalau satu yang kita cita-citakan pupus, rasanya kehilangan. Itu satu pukulan yang luar bisa buat Martin. Apa yang dia cita-citakan untuk Angel dan kesulitan yang dia hadapi untuk Angel ternyata semua jadi tamparan balik, pukulan bertubi-tubi buat dia. Yang dia mau positif, eh ternyata nggak,” ujar Joe ketika ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (30/6).

Di SURAT KECIL UNTUK TUHAN, Joe untuk kali pertama akting nangis. Aktor ganteng yang juga tampil di film STAR TREK BEYOND hingga FAST AND FURIOUS 6 ini pun lalu bercerita bagaimana caranya Ia bisa mendapatkan feel untuk tampil all out dalam menjalankan akting sedihnya.

“(Akting nangis) Sulit pasti, tantangan, challenging. Karena saya mungkin belum pernah, baru kali ini. tetapi karena scriptnya aja sudah bikin mau netes, secara cerita buku ini sudah menggugah, kita bisa ngerasain di posisi anak-anak itu. Kita berimajinasi kalau kita atau anak saya di posisi itu sudah mau nangis. Kita pernah kecil dan saya dulu di Palembang pun hidup penuh keterbatasan. Saya telat bayar uang sekolah, 3 bulan listrik dicabut, karena dulu saya hidupnya susah, tetapi anak jalanan itu lebih susah lagi, jadi badan saya segini dalamnya kayak ager-ager tetap. Hahaha,” sambungnya.

“Kalo pesan buat anak-anak jalanan, mereka nggak sendiri. Dari film ini kita bisa ngasih awareness buat orang-orang yang lebih beruntung nasibnya. Anak jalanan, mereka memang mudah terperosok karena edukasi dan keadaan yang begitu, tapi stay strong dan positive. Mereka nggak sendiri. Banyak orang beruntung yang aware abis nonton film ini dan mereka mungkin nanti ada kerjasama dengan instansi tertentu untuk membantu. Selalu positif dan berani jadi orang baik,” tandas Joe.

(kpl/aal/gtr)

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge