0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini yang Berpotensi Mendongkrak Laju Inflasi di Solo

pedagang daging ayam (timlo.net/setyo pujis)

Solo — Komoditas daging ayam ras berpotensi menyumbang angka inflasi paling tinggi di kota Solo. Pasalnya, hingga saat ini harga komoditas tersebut melambung cukup tinggi di pasaran.

“Selama momen Lebaran kali ini, kalau melihat tren perkembangan harga di pasaran harga daging ayam ras cenderung merangkak naik. Jadi prediksi kita komoditas tersebut akan mendongkrak laju inflasi kota Solo,” ujar Deputi Kepala Bidang Advisory dan Pengembangan Ekonomi Daerah, Kantor perwakilan Bank Indonesia Solo, Taufik Amrozi kepada wartawan, Jumat (30/6).

Dikatakan dia, tingginya harga komoditas tersebut lebih dipengaruhi karena bibit ayam disejumlah peternak yang minim. Sehingga dampaknya, mempengaruhi harga jual ditingkat pengecer.

“Kalau kita amati setiap tahun, komoditas ini selalu menjadi penyumbang utama inflasi kota Solo. Karena permintaan tinggi, harga ikut terkerek naik,” jelasnya.

Sementara itu dari pantauan di Pasar Legi, harga daging ayam ras sudah merangkak naik sejak sebelum lebaran. Bahkan hingga saat ini masih stabil tinggi, yaitu diangka Rp 40 ribu per kilogram.

Selain itu, harga telur ayam ras juga mengalami kondisi serupa. Yaitu naik dari sebelumnya Rp 16 ribu per kilogram menjadi Rp 19.500 per kilogram.

“Untuk telur sudah naik sehari setelah Lebaran. Kenaikannya bertahap, rata-rata perhari Rp 500,” ungkap salah seorang pedagang di Pasar Legi, Mariyani.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge