0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keunikan Surakarta Scarves Collectors

(foto: Aryo)

Solo – Sebuah komunitas kolektor syal atau scarf klub sepak bola Indonesia berkumpul di satu sudut Stadion Manahan, Kamis (29/6). Puluhan syal atau yang lebih tren disebut scarf berbagai klub Indonesia dipajang dan dipamerkan untuk umum.

Acara tersebut merupakan bagian dari halal bihalal dan syukuran dua tahun dari keluarga bernama Surakarta Scarves Collectors. Komunitas tersebut berdiri 14 Juni 2015 lalu. Selama dua tahun terakhir, muncul anggota baru yang bergabung ke komunitas itu.

Mereka berasal dari eks Karesidenan Surakarta. Serta tak hanya dari kalangan suporter fanatik Persis Solo, Pasoepati namun juga diisi suporter dari klub luar daerah.

“Anggota memang banyak dari teman-teman Pasoepati. Tapi ada juga suporter luar daerah seperti Persebaya, Arema, Persib Bandung dan tim lain, yang kebetulan tinggal di Solo,” beber Koordinator Surakarta Scarves Collectors, Ardy Widyantoro.

Komunitas ini cukup unik. Mereka berburu scarves dengan berbagai cara. Mulai dari membeli dari orang lain, atau saling bertukar dengan supporter tim lawan. Ardy sendiri mengaku sudah mengoleksi syal dari 20 klub lokal Liga Indonesia dan masih ingin menambah koleksinya.

Rekan Ardy, bernama Akbar Indoboko memiliki cerita unik lain. Dirinya punya banyak syal bertuliskan Persis Solo dan Pasoepati. Hobi tersebut sudah dia mulai sejak 2008.

Dia pertama kali mengoleksi scarves buatan tangan bertuliskan Pasoepati. Harga belinya Rp 15 ribu. Bahkan salah satu syal miliknya pernah ditawar hingga jutaan rupiah, padahal saat membeli hanya Rp 120 ribu.

“Pernah ada yang nawar Rp 1,3 juta, tapi tidak saya lepas. Karena syal itu sangat bersejarah dan sering saya bawa saat tour pertandingan Persis home dan away. Selain itu jumlahnya terbatas,” tuturnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge