0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lebaran, Banyak Oknum Pengemudi Taksi Tak Mau Pakai Argo

Solo – Meningkatnya permintaan armada taksi pada momen lebaran disalahgunakan sejumlah oknum pengemudi taksi dengan memasang tarif ugal-ugalan. Mereka terang-terangan menolak menggunakan argo. Tarif dipatok di awal dengan harga selangit.

“Kalau lebaran begini argonya ‘rusak’,” kata salah satu pengemudi taksi kepada Timlo.net, Kamis (29/6).

Timlo.net menelusuri praktek tersebut dengan berpura-pura menjadi penumpang di sekitar Gladag dan Terminal. Dua lokasi itu dipilih mengingat tingginya permintaan taksi di sana. Di sekitar Pusat Grosir Solo (PGS) misalnya, satu armada taksi mangkal paling lama 10 menit sebelum mendapat penumpang baru.

Dari pengamatan, tak satu pun sopir yang mau menggunakan argo sesuai prosedur. Tarif dipatok di kisaran harga Rp 50-70 Ribu untuk perjalanan sekitar 2,5 Kilometer. Padahal, menurut tarif resmi, jarak sedekat itu seharusnya tidak melebihi tarif minimal Rp 25 Ribu.

Salah satu penumpang, Atika Nurwindi mengaku kesal dengan kelakuan para sopir taksi. Apalagi, ia sempat memesan taksi melalui telepon untuk perjalanan dari kediamannya menuju PGS. Ia sekeluarga hanya dikenai tarif Rp 15 Ribu. Ia terpaksa mencari taksi di pangkalan lantaran tak berhasil menghubungi nomor telepon pemesanan taksi.

“Mosok sekarang minta Rp 70 Ribu. Nggak mau pakai argo. Pesan lewat telepon nomornya sibuk terus,” cetusnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge