0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penerobos Mapolda Jateng Ternyata Alami Gangguan Jiwa

Brimob amankan pria mencurigakan di sekitar Mapolda Jateng (merdeka.com)

Timlo.net — Muhammad Romadhon (32), pria yang diduga mencoba menerobos masuk ke Mapolda Jawa tengah (Jateng) telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologi pada Selasa (27/6). Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djarot Padacova menuturkan, hasil pemeriksaan menyatakan pria tersebut terindikasi gangguan jiwa dan berkepribadian ganda.

“Setelah dilakukan tes psikologi dan tes kesehatan jiwa ini yang bersangkutan ini ada indikasi gangguan jiwa. Dari dokter jiwa dan psikologi, kalau yang bersangkutan itu memiliki kepribadian ganda,” katanya, Rabu (28/6).

Djarot juga mengungkapkan, pria tersebut juga pernah mengalami kecelakaan lalu lintas hingga cedera di kepala.

“Kita kumpulkan, kita flash back. Diterangkan kalau dia pernah kecelakaan dan sempat koma. Kita cek data di Blitar betul yang bersangkutan pernah mengalami kecelakaan saat mengendarai kendaraan roda dua dan sempat koma kepalanya retak informasinya,” ungkapnya.

Sekarang ini kepolisian masih melakukan observasi lebih lanjut mengenai kondisi kejiwaan pria tersebut. Sambil menunggu hasil observasi lanjutan. Selanjutnya, kepolisian menyerahkan sepenuhnya pada pihak keluarga.

“Nanti hasil observasi yang bersangkutan dinyatakan gangguan jiwa tentunya kita serahkan lagi ke pihak keluarga,” ucapnya.

Untuk diketahui, anggota Brimob Polda Jawa Tengah mengamankan seorang laki-laki mencurigakan yang berlalu-lalang di depan Mapolda Jateng, Selasa (27/6) dini hari. Pria tersebut mengenakan baju merah lengan pendek, tas tersebut dibawa dengan posisi di depan dada.

Pria tersebut berjalan menuju belakang pos induk penjagaan. Sesekali dia menengok melihat keadaan sekitar. Orang itu juga terlihat membongkar kardus-kardus di sekitar lokasi. Kardus tersebut diketahui berisi makanan

“Memang dari cerita yang kita himpun emang selalu jalan tanpa arah dari kota ke kota dan pada saat malam itu dia melihat kotak makanan di dekat pos penjagaan polisi dia mau mengambil makanan dan akhirnya memanjat,” ujarnya.

Setelah di periksa, penyidik juga menemukan beberapa senjata tajam. Mulai dari paku dengan panjang 5-12 cm, dua buah pisau dapur, kater, dua KTP dengan identitas berbeda, dua batu, satu gerinda mesin, dan paku bergagang kayu.

Atas temuan itu, polisi tetap melakukan tindakan hukum dengan mengenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1957 atas kepemilikan senjata tajam.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge