0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gelapkan Tabungan Lebaran, Seorang Pekerja Pabrik Batik Dilaporkan

Mediasi yang dilakukan di rumah pemilik pabrik batik di Kawasan Kampung Jantirejo RT 01/ RW 15 Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Diduga menggelapkan uang karyawan, DA (33) warga Kecamatan Laweyan, Solo dilaporkan ke Polisi. Kasus ini terbongkar, saat puluhan pekerja pabrik batik di Kawasan Sondakan, Laweyan hendak meminta uang mereka untuk perayaan lebaran. Namun, DA tidak dapat memberikan lantaran uang senilai Rp 32 Juta telah digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Ada sekitar 20-an karyawan pabrik batik yang membuat laporan pada kami. Setelah mendapat laporan tersebut, lalu kami melakukan tindak lanjut dengan mendatangi yang bersangkutan,” jelas Humas Polsek Laweyan, Aiptu Herianto mewakili Kapolsek Laweyan, Kompol Santoso, Rabu (28/6) siang.

Berdasar laporan tersebut, dilakukan mediasi antara pemilik pabrik batik, terlapor dan sejumlah perwakilan karyawan yang tidak terima dengan ulah DA. Mediasi dilakukan pada Sabtu (24/6) di rumah Prapto, pemilik pabrik batik di Kawasan Kampung Jantirejo RT 01/ RW 15 Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan.

“Terlapor mengakui jika uang tabungan karyawan yang dikelolanya disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Dia sanggup mengembalikan dalam tempo waktu lima bulan,” terang Herianto.

Sebagai jaminan, lanjut Herianto, terlapor menyerahkan dua buah BPKB motor, perhiasan emas, kalung dan cincin seberat 6,35 gram. Jaminan tersebut dapat diambil jika terlapor telah melunasi uang tanggungan milik karyawan.

“Usai tercipta kesepakatan, kedua belah pihak menandatangani surat keputusan bersama (SKB) yang salah satu poinnya, jika terlapor melanggar siap menerima segala konsekwensi termasuk dilakukan tindakan hukum,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge