0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pria Ini Adalah Ninja Terakhir di Jepang

Jinichi Kawakami. (Dok: Timlo.net/ BBC. )

Timlo.net—Samurai terakhir di Jepang meninggal pada 1877. Dan sekarang hanya tersisa satu ninja di Jepang. Ninja itu bernama Jinichi Kawakami. Jinichi berprofesi sebagai seorang teknisi, tapi dia juga adalah kepala dari klan Ban. Ban adalah salah satu klan ninja yang berdiri selama lebih dari 500 tahun. Dia dipercaya sebagai ninja terakhir di Jepang.

Jinichi mulai berlatih ilmu Ninjitsu di usia enam tahun. Dia menjalani latihan yang berat dan keras di bawah bimbingan guru bernama Masazo Ishida. Untuk meningkatkan konsentrasinya, Jinichi diharuskan menatap cahaya lilin selama berjam-jam. Sementara untuk meningkatkan pendengarannya, dia diharuskan mendengar jarum dijatuhkan dari ruang sebelah.

Dia juga dilatih menghilang dalam kepulan asap. Bahkan dilatih untuk memotong tenggorokan lawan dari jarak 19 meter dengan menggunakan shuriken. Jinichi dilatih untuk melompati tembok, melompat dari tempat tinggi dan membuat alat-alat peledak.

“Latihannya berat dan menyakitkan. Latihannya tidak menyenangkan tapi saya tidak berpikir banyak saat saya melakukannya. Latihan itu menjadi bagian dari hidup saya,” kata Jinichi.

“Saya pikir saya disebut [ninja terakhir] karena mungkin tidak ada orang lain yang belajar semua keterampilan yang diturunkan langsung oleh para guru ninja selama lima abad terakhir. Ninja yang sesungguhnya sudah tidak ada lagi,” lanjutnya.

Jinichi tidak berniat untuk mewariskan ilmunya yang mematikan kepada generasi berikutnya. Menurutnya ninja tidak lagi cocok di era modern. “Kita tidak bisa mempraktekkan ilmu membunuh atau meracuni. Bahkan jika kita bisa mengikuti latihan membuat racun, tapi kita juga tidak bisa mempraktekkannya,” terang Jinichi.

“Di jaman perang selama periode Edo, kemampuan ninja untuk memata-matai dan membunuh, atau mencampur obat mungkin berguna. Tapi sekarang kita memiliki senjata api, internet dan ilmu medis yang jauh lebih baik, jadi ilmu ninjutsu tidak punya tempat di era modern,” terangnya kepada BBC.

Dalam masyarat Barat, ninja dianggap lebih dari sekedar pembunuh diam-diam. Tapi Jinichi berkata jika kunci dari Ninjitsu adalah kemampuan menggunakan kejutan dan memanfaatkan kelemahan lawan. Jinichi bekerja sama dengan sebuah universitas di Jepang untuk membuka pusat penelitian dunia yang berfokus untuk mempelajari ilmu Ninjitsu.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge