0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seperti Pilkada, Setelah Terima Zakat, Warga Masukkan Jari ke Tinta

Warga antri menerima zakat di Balaikota Solo (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pembagian zakat fitrah di Pendhapi Ageng Balaikota Solo, Selasa (20/6). Warga relatif tertib mengantri dalam dua barisan. Satu barisan untuk pengantri pria, barisan lain untuk wanita.

“Warga yang datang langsung diberi kupon sebelum masuk gerbang,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Solo, Siti Anggraeni Purwanti di sela pembagian.

Warga mulai menyemut di depan gerbang sejak pukul 06.00 WIB. Sebagian warga bahkan sudah datang sejak pukul 05.00 WIB. Mereka datang dari berbagai kelurahan dengan berjalan kaki maupun diantar. Pintu gerbang ditutup karena banyaknya warga yang menanti pembagian. Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang hendak memasuki Balaikota terpaksa dialihkan melalui pintu belakang.

Sedianya, pembagian zakat akan dimulai pukul 09.00 WIB. Namun melihat banyaknya kerumunan, acara diajukan pukul 07.30 WIB. Warga sempat berdesakan untuk berebut kupon. Beruntung, petugas linmas yang ada bertindak cepat sehingga warga bisa segera ditenangkan.

Warga memasuki halaman balaikota satu per satu dan dipisahkan dalam dua barisan. Barisan wanita mengantri memutari utara lapangan, sementara barisan pria melalui sisi Selatan lapangan.

“Setelah menerima zakat, mereka harus memasukkan jari ke tinta. Seperti Pilkada,” kata Anggraeni.

Untuk diketahui, tahun 2016 lalu, pembagian zakat fitrah di Balaikota Solo berlangsung ricuh. Warga berebut beras karena takut tak kebagian. Akibatnya, beberapa orang pingsan.

“Tahun ini jauh lebih tertib. Nggak seperti (tahun) kemarin. Sudah antri lama, berdesak-desakan, malah tidak kebagian,” kata salah satu penerima zakat, Suyatmi usai mendapatkan jatah zakatnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge