0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Desain Fly Over Manahan Kembali Direvisi

Rencana pembangunan Fly Over Manahan (dok.timlo.net/ist)

Solo – Desain dasar Fly Over Manahan harus lagi-lagi harus direvisi. Kali ini, revisi desain terpaksa dilakukan karena desain yang ada melanggar ruang bebas perlintasan kereta. Hal ini diketahui setelah beberapa instansi terkait pembangunan fly over mengukur dimensi perlintasan kereta api Manahan, Senin (19/6) siang.

“Pada dasarnya tidak ada perubahan. Hanya ada sedikit penyesuaian karena ada bagian fly over yang beririsan dengan ruang bebas kereta,” kata Kepala Seksi Penyelenggara Teknis, Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU Pera), Handiyana usai pengecekan.

Ia menerangkan, pihak Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) meminta ruang bebas minimal 10 meter dari sumbu rel. Area tersebut harus bebas dari bangunan demi keselamatan perjalanan kereta. Seperti diketahui, rel kereta api di Manahan sudah menggunakan jalur ganda. Artinya, setiap rel memiliki ruang bebas masing-masing.

Selain itu, perubahan ukuran juga terjadi pada lengkung terowongan kereta. Desain yang ada saat ini masih bersinggungan dengan jarak minimal ketinggian terowongan yang ditetapkan PT KAI.

“Akan kita tinggikan sedikit,” kata dia.

Perubahan desain ini merupakan kedua kalinya dilakukan Pusjatan. Sebelumhya, perubahan desain sudah dilakukan untuk memenuhi permintaan tambahan jalur fly over dari Dinas Perhubungan Kota Solo. Fly over diubah menjadi tiga jalur dari desain awal dua jalur.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge