0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Buru Mi Instan Mengandung Babi, Ini Hasilnya

ilustrasi (merdeka.com)

Solo — Pemerintah Kota Solo menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa toko ritel moderen di Solo, Senin (19/8). Sidak menyasar mi instan impor dari Korea yang dinyatakan mengandung babi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) beberapa waktu lalu.

“Kita sudah cek ke rak pajang dan gudang. Hasilnya negatif (tidak ada),” kata koordinator tim sidak, Anom Yuliansyah saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kota Solo, usai sidak.

Selama sidak, tim gabungan memang menemukan mi instan dengan merk yang sama. Namun varian yang ditemukan berbeda dengan varian produk yang diperintahkan BPOM untuk ditarik dari peredaran.

“Yang kita temukan Samyang rasa keju pedas dan chicken hot,” terangnya.

Produk tersebut tidak disita tim sidak lantaran tidak termasuk dalam empat varian yang dilarang. Menurut Anom, penyitaan harus dilakukan berdasarkan surat edaran BPOM. Sementara dalam surat tersebut disebutkan spesifik merek dan varian yang positif mengandung DNA spesifik babi.

“Karena tidak ada dalam daftar itu, tidak kita sita,” kata dia.

Sementara itu, Store General Manager Lottemart Solo, Melisa Apriana menyatakan pihaknya sudah lama tidak menjual mi instan yang dilarang tersebut. Setelah menerima surat edaran dari BPOM, ia langsung mengecek ke toko dan persediaan.

“Ternyata memang kita sudah lama tidak menjual yang rasa itu,” kata dia.

Untuk diketahui, Kamis (15/6) lalu, BPOM merilis temuan mi instan asal korea yang positif fragmen DNA spesifik babi namun tidak mencantumkan peringatan “mengandung babi” dalam label. Empat mi tersebut yaitu mi instan U-dong, Kimchi, Shin Ramyun Black, dan Yeul Ramen. Dua varian pertama dijual dengan merek dagang Samyang. Sedangkan sisanya berturut-turut bermerek Nongshim dan Ottogi. Semuanya diimpor oleh PT Koin Bumi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge