0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Solo Tolak HTI, Paham Khilafah dan Radikalisme

Seminar Tolak HTI, Tolak Faham Khilafah, Tolak Faham Radikalisme di Gedung Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Jawa Tengah, Senin (19/6) petang (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Elemen masyarakat di Kota Solo menolak keras Kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mengusung faham khilafah dan radikalisme. Menurut mereka, ideologi pancasila yang digali dari nilai luhur bangsa dinilai lebih sempurna dari seluruh faham yang ada.

“Kami menolak keras faham yang diusung HTI yakni khilafah serta radikalisme,” terang pimpinan pondok pesantren Al-Muayyad, Mangkuyudan, Solo, Dian Nafik dalam seminar Tolak HTI, Tolak Faham Khilafah, Tolak Faham Radikalisme di Gedung Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Jawa Tengah, Senin (19/6) petang.

Ideologi Pancasila merupakan ideologi sempurna yang mampu membentengi generasi bangsa dari gempuran paham-paham radikal yang saat ini tengah bermunculan di tanah air. Meski begitu, pengaruh budaya, informasi dan perkembangan teknologi makin memperlemah Ideologi Pancasila yang mengakar pada budaya bangsa. Seharusnya, generasi bangsa tetap konsisten dan terus menggali nilai budaya yang bersumber dari khazanah negeri agar tidak mudah terprovokasi dan terombang-ambingkan zaman.

“Maka dari itu, hendaknya kita sebagai generasi saat ini memperkokoh nilai-nilai pancasila. Bukan malah terehasut dan terprovokasi dengan ideologi yang menggempur bangsa ini,” ajak Dian Nafik dihadapan ratusan peserta seminar tersebut.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Bambang “Gage” Nugroho serta Ketua Front Pemuda Pancasila (PP), BRMH Kusumo Putro tersebut juga sependapat bahwa Pancasila merupakan ideologi sempurna bagi Bangsa Indonesia. Sehingga, tidak selayaknya jika generasi saat ini yang hidup sejahtera dari pengorbanan pendahulu bangsa tidak meneladani nilai Pancasila.

“Pancasila ini sempurna yang digali oleh pendahulu kita. Maka dari itu, kita junjung tinggi dan teladani nilai yang ada didalamnya,” kata Bambang “Gage”

“Pancasila bukan serta merta lahir, tapi merupakan buah pemikiran dari para pendahulu. Kita tancapkan dalam hati dan terus pelihara untuk memajukan Indonesia sebagai bangsa yang besar dan berdaulat,” kata Kusumo Putro.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge