0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sebagian Orang Dewasa di Amerika Percaya Susu Coklat Dari Sapi Coklat

Sapi coklat. (Dok: Timlo.net/ Distractify.com )

Timlo.net—Sebuah berita mengejutkan menunjukkan jika ada sebagian orang dewasa di Amerika Serikat (AS) yang percaya jika susu coklat berasal dari sapi berbulu coklat. Hal terungkap dari survei yang diadakan The Innovation Center for U.S Dairy pada April 2017. Dalam survei itu, lebih dari 1000 orang dewasa diminta menjawab beberapa pertanyaan dasar terkait susu. Hasilnya cukup mengejutkan, 48 persen responden tidak yakin darimana susu coklat berasal.

Sementara 7 persen diantaranya menjawab jika susu coklat berasal dari sapi berbulu coklat. Menurut perhitungan The Washington Post, ada sekitar 16,4 juta orang Amerika yang percaya jika warna coklat pada susu coklat karena susu itu berasal dari sapi berbulu coklat.

Sebanyak 37 persen orang Amerika minum susu langsung dari wadahnya. Sedangkan 29 persen menggunakan anak mereka sebagai alasan membeli susu coklat. Dari survei juga terungkap 5 persen orang Amerika tidak minum susu sama sekali.

Hasil survei ini dianggap sebagai sebuah kemajuan. Hal ini karena Departemen Pertanian Amerika pada 1990-an pernah mengadakan survei. Hasil survei mengungkapkan jika 1 di antara lima orang dewasa tidak tahu jika hamburger terbuat dari daging sapi. Banyak orang di sana tidak paham konsep dasar beternak. Misalnya apa yang dimakan hewan ternak.

Saat anak-anak kelas 4,5 dan 6 disurvei di sebuah sekolah di California, 50 persen ternyata tidak tahu jika acar terbuat dari timun. Mereka juga tidak tahu jika bawang merah dan selada adalah tanaman. Sebanyak 4 dari 10 anak tidak tahu jika hamburger berasal dari sapi. Dan sebanyak 3 dari 10 anak tidak sadar jika keju terbuat dari susu.

Cecily Upton, salah satu pendiri dari yayasan nirlaba FoodCorps menyalahkan kurangnya pendidikan makanan di negara itu. “Pada akhirnya, hal ini adalah masalah terpaan. Sekarang ini, kita dikondisikan untuk berpikir jika Anda perlu makanan, Anda pergi ke toko. Tidak ada dalam sistem pendidikan kita yang mengajarkan anak-anak darimana makanan berasal,” katanya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge