0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mendikbud Didesak Revisi Permendikbud No 23 tahun 2017

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Kebijakan sekolah lima hari menuai pro dan kontra. Anggota Komisi VIII DPR Arteria Dahlan menganggap kebijakan Mendikbud Muhadjir Effendy kurang tepat untuk direalisasikan.

“Kalau perlu saya sarankan Mendikbud untuk segera merevisi Permendikbud No 23 tahun 2017 itu. Jangan sampai buat gaduh, karena materi muatan normanya secara material bertentangan dengan kearifan lokal, kebhinekaan dan kondisi sosial, filosofis, historis maupin kondisi obyektif yang ada,” katanya di Jakarta, Senin (19/6).

Politikus PDIP ini melanjutkan, urusan pendidikan itu bukanlah urusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan semata, melainkan terkait dengan kementerian dan lembaga lain.

Seperti halnya Kementerian Agama, bahkan di salah satu direktorat jenderalnya, yakni Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, yang mana negara melakukan alokasi anggaran yang tidak kalah besar dan hebatnya.

“Yang harusnya diketahui, dimengerti, dipahami sebagai sikap politik negara, juga sikap politik Pak Jokowi melalui kabinet kerjanya bahwa urusan pendidikan bukan urusan Kemendikbud semata. Oleh karena itu sudah seyogyanya apabila Permendibud tersebut segera direvisi karena secara formal maupun material dikualifikasikan cacat hukum, daripada nanti demi hukum dianggap tidak pernah ada dan tidak mengikat. Kan nantinya menjadi preseden buruk dalam dunia pendidikan kita,” jelasnya.

Menurutnya, kalau kebijakan Mendikbud tujuannya sebagai implementasi program penguatan pendidikan karakter, bukan harus diartikan siswa harus belajar selama 8 jam di kelas. Mendikbud harusnya melihat ke belakang bagaimana banyak tokoh bangsa ini yang tidak terlahir dari sekolah formal.

Dia mencontohkan di kampung leluhurnya, kampungnya Buya Hamka, bagaimana nilai-nilai moral, budi pekerti bahkan keterampilan dilahirkan melalui lingkungan seperti surau, masjid, TPQ, PAUD, tempat-tempat pencak silat atau olah raga lainnya, tidak hanya melulu di sekolah. Mendikbud harusnya paham, dunia luar melihat betapa hebatnya Indonesia di dalam meramu dan mengkombinasikan serta mengkolaborasikan pendidikan formal dengan kegiatan luar sekolah.

“Saya akan fight untuk mendesak Mendikbud untuk mengkaji kembali kebijakannya, tentunya enggak perlu sampai ke Pak Jokowi, karena Pak Jokowi pastinya satu ide dengan kita, beliau kan bisa seperti ini berkait pendidikan Jawa yang berbasiskan moralitas dan penguatan nilai-nilai spiritual,” tandasnya.

[msh]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge